SURYA PALOH; Berawal Ikan Asin

Surya Paloh | Foto: rakyatsumut.com - PemiluUpdate.com

PemiluUpdate.com – Surya Paloh di kepala publik lebih kental sebagai pengusaha media, tepatnya stasiun Metro TV. Sejauh ini, Surya identik dengan Metro TV. Terlebih lagi, wajahnya hampir sepanjang hari tampil di layar televisi setiap menjelang pesta demokrasi.

Sebenarnya, sebelum merintis televisi berita pertama di Indonesia, Surya yang kerap disapa SP, telah melahirkan Harian Media Indonesia dan Lampung Post (Media Group).

Di arena politik, ia adalah mantan Ketua Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Keluar dari Golkar, sekolah bagi sederet politikus nasional, Surya membesut Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Pada periode awal, Surya dan Sri Sultan duduk di Dewan Pembina Organisasi Masyarakat DPP Nasdem. Kini, Surya memimpin Nasdem sebagai Ketua Umum. Dan, pada Kongres II Partai Nasden 2019 (masih berlangsung saat artikel ini ditayangkan), dia hampir pasti dinobatkan kembali memimpin untuk periode lima tahun ke depan.

Berikut secuplik kisah perjalanan hidup Surya yang dihimpun PemiluUpdate.com dari berbagai sumber.


Pebisnis Sejak Belia

Bersamaan dengan sepak terjangnya di panggung politik, Surya juga malang-melintang di bidang bisnis. Jangan tanya kiprah bisnis. Ia boleh disebutkan sebagai salah seorang pebisnis ulung.

Di luar bisnis media, Surya berkibar di bisnis properti, restoran, hingga penggarapan sumber daya alam. Ia juga memiliki beberapa yayasan yang dimanfaatkan untuk melakukan aksi sosial.

Surya masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Di daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi Globe Asia 2018, nama Paloh bertengger di peringkat 77 dengan kekayaan US$ 575 juta atau Rp 8,74 triliun. Lebih besar dari kekayaan yang dimiliki Sandiaga Salahuddin Uno, mantan Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dan Calon Wakil Presiden pada Pemilihan Umum Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Hal menarik, Surya bukanlah pengusaha yang mewarisi usaha keluarga seperti profil orang kaya lainnya. Kekayaannya kini hasil jerih payahnya sendiri. Dia meraih kesuksesan bisnis melalui perjuangan keras dan panjang.

Anak pasangan Daud Paloh dan Nursiah tersebut lahir di Banda Aceh, 16 Juli 1951. Namun, ia menghabiskan masa kecilnya di Sumatera Utara.

Di provinsi tetangga Aceh itu, Surya menapaki perjalanan suksesnya. Minat menjadi pengusaha mulai terlihat di sini. Remaja satu ini tak peduli soal gengsi saat menjalani usaha. Gambaran anak metropolitan umumnya sama sekali tak menempel pada profilnya.

Bayangkan, saat pikirannya mencari rezeki yang halal, dia pernah berjualan ikan asin hingga karung goni saat masih sekolah. Ia menjelajahi areal Perkebunan Nusantara untuk memasarkan dagangannya.

Menikmati pekerjaan membawa bisnis yang dirintisnya bertahan dan berkembang hari demi hari. Menarik, sebab Surya membangun usaha sendiri.

Masih di usia remaja, Surya sudah menekuni pembuatan karoseri. Sambil menjalankan bisnisnya ini, ia juga membuka agen penjualan mobil.

Surya juga pernah menjadi Manajer Travel Biro Seulawah Air Service dan dipercaya mengelola wisma pariwisata di Padang Bulan, Medan.

Macamnya banyak, ya? Tepat, tetapi Surya tak meninggalkan bangku sekolah. Sementara tak sedikit remaja ketika mampu mengumpulkan uang dari hasil keringat sendiri, sekolah ditinggalkan. Surya tetap menuntaskan pendidikan di SMA Negeri 7 Medan, sejak 1967 hingga selesai.

Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Surya pernah tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Sumatra Utara. Tidak selesai, sosok satu ini melanjutkan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Sumatra Utara.

Surya Paloh | Foto: partainasdem.id – PemiluUpdate.com


Aktivis Organisasi

Di samping menggeluti bisnis, Surya menghabiskan masa mudanya di beberapa organisasi. Salah satunya Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Ia sempat menjadi ketua.

Surya juga pernah menjadi Koordinator Pemuda dan Pelajar di Sekretariat Bersama Golkar. Dia juga memelopori berdirinya Organisasi Putra-Putri ABRI (PP-ABRI) pada 1968 dan menjadi pemimpin organisasi tersebut se-Sumatra Utara.

Organisasi tersebut menjadi cikal-bakal Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI), salah satu organisasi kepemudaan besar hari ini.


Distributor Mobil ke Katering

Di usia muda, skala usaha yang dirintis tak lagi kecil-kecilan. Nama Surya telah berkibar di Sumatera Utara. Bersama kakak iparnya, Yusuf Gading, ia masuk dalam kompetisi besar. Keduanya menjadi distributor mobil Ford dan Volkswagen pada 1973. Ia dipercaya menjadi Direktur Utama PT Ika Diesel Bros.

Dua tahun kemudian, dia diamanahi posisi Direksi Hotel Ika Darroy di Banda Aceh. Saat yang sama memegang jabatan Direktur Link Up Coy, Singapura, perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan umum.

Sepak terjang Surya sebagai pengusaha berlanjut ke Jakarta. Ia menjabat Presiden Direktur Ika Mataram Coy pada 1975. Perusahaan ini bergerak dalam penyediaan katering.

Tak puas membesarkan perusahaan orang lain, Surya mendirikan perusahaan katering sendiri, bernama Indocater. Perusahaan ini belakangan tampil sebagai perusahaan katering nomor satu se-Asia Tenggara.

Surya Paloh | Foto: pinterpolitik.com – PemiluUpdate.com


Mendirikan ‘Metro TV’

Mencermati peluang bisnis, Surya terjun ke bisnis media. Media pertamanya adalah Harian Prioritas yang berdiri pada 2 Mei 1986. Koran ini oleh penguasa dengan tudingan melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Pers Indonesia.

Tentu Surya tidak kapok. Ia tetap di arena bisnis media. Dia menghidupkan Majalah Vista. Setelah itu, menjalankan Harian Media Indonesia pada 1986, yang tetap bertahan hingga kini.

Keputusannya mengelola Media Indonesia berbuah kesuksesan. Dia pun membangun media lainnya di beberapa daerah, seperti Harian Atjeh Post, Mimbar Umum, Lampung Post, Gala, Bali News, Dinamika Berita, hingga Cahaya Siang.

Yang fenomenal , yakni keputusannya mendirikan stasiun televisi berita Metro TV. Stasiun televisi ini resmi mengudara pada 25 November 2000.

Satu catatan penting, kesuksesan Surya menapaki perjalanan bisnisnya berkat keberaniannya menangkap peluang. Rasa takut disisihkan, lalu kerja keras menghadapi setiap tahap tantangan di depan mata. Kini, sosok pria brewok ini menjadi salah seorang berpengaruh di republik ini. []PemiluUpdate.com-HDN/LMC

BIO DATA

Nama lengkap: Surya Paloh
Alias: Surya Dharma Paloh
Tempat lahir: Kutaraja, Banda Aceh
Tanggal lahir: Senin, 16 Juli 1951
Zodiak: Cancer

Pendidikan
1958-1963: Sekolah Dasar Negeri Serbelawan, Simalungun
1964-1966: Sekolah Menengah Pertama Negeri Serbelawan, Simalungun
1967-1969: Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Medan
1970-1972: Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Medan
1972-1975: Menyelesaikan Pendidikan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan

Karir
1968: Manajer Travel Biro Seulawah, Air Service, Medan
1972-1975: Pimpinan ‘Wisma Pariwisata’, Medan
1973: Presiden Direktur PT Ika Diesel Bros Medan
1975: Kuasa Direksi Hotel Ika Daroy, Banda Aceh
1975: Presiden Direktur PT Ika Mataram Coy, Jakarta
1976-1977: Direktur Link Up Coy, Singapore
1979-Sekarang: Presiden Direktur PT Indocater, Jakarta
1985-1986: Pimpinan Umum Harian Pagi Prioritas, Jakarta
1988-Sekarang: Direktur Utama PT Citra Media Nusa Purnama, Jakarta
1989-1991: Direktur Utama PT Vista Yama
1989-Sekarang: Direktur Utama PT Surya Persindo
1989-Sekarang: Komisaris PT Pusaka Marmer Indah Raya
1989-1994: Direktur Utama PT Mimbar Umum
1989-1994: Komisaris Utama PT Galamedia Bandung Perkasa
1989-1999: Direktur Utama PT Karya Banjar Sejahtera
1989-Sekarang: Pemegang Saham PT Masa Kini Mandiri
1989-1991: Direktur Utama PT Citra Bumi Sumatera
1990-Sekarang: Komisaris PT Bakti Citra Daya
1990-Sekarang: Direksi PT Sekotong Indah Persada
1990-Sekarang: Komisaris Utama PT Vista Yama
1991-1994: Komisaris Utama PT Citra Masa Kini
1991-Sekarang: Pemilik PT Grahasari Surayajaya
1991-Sekarang: Komisaris PT Citragraha Nugratama
1991-1994: Komisaris Utama PT Citra Bumi Sumatera
1991-1994: Direktur Utama PT Karya Mapulus
1992-1993: Direktur Utama PT Atjeh Post
1992-1995: Komisaris Utama PT Detik Bangun Media Prestasi
1992-Sekarang: Pemimpin Umum Harian Umum Media Indonesia
1994-Sekarang: Direksi PT Citra Nusa Persada
1994-Sekarang: Pemilik Sheraton Media Hotel & Towers
1994-1998: Komisaris Utama PT TVM Indonesia
1995-Sekarang: Komisaris Utama PT Inti Marmer Indah Raya
1995-Sekarang: Komisaris PT Satria Chandra Plastikindo
1995-Sekarang: Pemilik Papandayan Hotel
1999-Sekarang: Pemilik Bali Intercontinental Hotel
1999-Sekarang: Direktur Utama PT Media Televisi Indonesia (Metro TV)

Penghargaan
Sebagai Warga Tatar Sunda dari Sesepuh Sunda dalam Festival Budaya Tatar Sunda di Alam Santosa, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Anggota kehormatan Perguruan Pencak Silat Merpati Putih.


Update
: 10 November 2019, Pk. 15.55 WIB


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: pemiluupdate@gmail.com]

Baca berita viral nan seru di media grup kami: Bening.Media

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here