Risma Keluarkan ‘Surat Sakti’ untuk Bakal Calon Wali Kota Surabaya Tertentu

Tri Rismaharini (Istimewa/liputan6.com)

SURABAYA, PemiluUpdate.com – Salah seorang bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya Gunawan, yang mendaftar di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) guna mengikuti kontestasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020, memprotes sikap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Protes itu terkait langkah Risma, yang juga salah seorang Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, mendaftarkan bakal calon langsung ke Jakarta. Bakal calon yang identitasnya dirahasiakan sejauh ini tak mengikuti konvensi di Surabaya sebagaimana kandidat yang lain.

“Kalau memang Bu Risma yakin calon pilihannya itu layak menjadi penerus beliau, kenapa tidak diikutkan konvensi terbuka yang kami ikuti? Harusnya proses konvensi ini bebas intervensi, seperti yang dilakukan Bu Risma itu. Kalau begini, kan, membuat kami peserta konvensi bertanya-tanya untuk apa konvensi dilakukan,” sergap Gunawan.

Risma dinilai telah mencederai semangat demokrasi. Menurut Gunawan, “kartu sakti” seharusnya tidak ada lagi jika Risma selaku politikus tak hendak merusak proses penjaringan bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya. Semua bakal calon harus mendapat perlakuan yang sama oleh PDIP.

“Untuk menentukan pemimpin bangsa, tidak boleh ada surat sakti. Semua calon harus memiliki peluang yang sama. Harusnya terbuka. Sama-sama mendaftar sendiri lalu diuji publik, seperti yang kami lakukan. Bu Risma harusnya fair,” pungkas Gunawan.


Hal Normal

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam kunjungannya ke Surabaya membocorkan bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah mendaftarkan bakal calon Wali Kota (Bacawali) langsung ke DPP PDIP. Hasto merahasiakan sosok yang didaftarkan dimaksud.

“Sudah didaftarkan juga. Kalau masih ada yang mendaftar lagi ke DPP, dibuka sampai akhir Oktober 2019. Ini karena pada April 2020 sudah dimulai tahapan pilkada serentak,” kata Hasto kepada wartawan usai konferensi pers di kantor DPD PDIP Jawa Timur (Jatim), Jalan Kendangsari Industri Surabaya, Jumat (18/10/2019).

Secara aturan, DPC PDIP Kota Surabaya Adi Sutarwijono menegaskan apa yang dilakukan Risma merupakan hal normal. “Jalur mendaftar, kan, ada tiga: DPC, DPD, atau DPP. Jadi itu sah saja dan tidak ada masalah. Hal wajar itu. Kan, sesuai aturan,” ujar pria yang akrab disapa Awi itu, Minggu (20/10/2019).

Ditanya pers soal bocoran sosok yang didaftarkan Risma, Awi mengaku tidak menerima informasi apapun. “Saya nggak tahu itu,” katanya. []SJT


[REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: 0813.1703.6688 (WA). Email: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here