Aburizal Bakrie: Tak Ada Perpecahan Internal Golkar Menjelang Munas

Aburizal Bakrie (Madi Cakra/PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Tidak ada polemik di internal Partai Golkar menjelang musyawarah nasional (munas) pada Desember mendatang. Soliditas partai politik (parpol) tertua ini masih terjaga sejauh ini.

Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan hal itu saat ditanya jurnalis di Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Minggu, 11 Desember 2019.

Ia menegaskan tidak ada polemik apapun di kalangan elite Gokar menghadapi munas. Aburizal menyebutkan dinamika parpol berlambang pohon beringin ini berjalan normal saja, meskipin beberapa kader telah mendeklarasikan diri bakal mencalonkan diri sebagai kandidat ketua umum.

“Saya tidak pernah lihat ada polemik apa-apa. Biasa saja semuanya,” kata Aburizal yang mantan ketua umum DPP Partai Golkar.

Menanggapi desakan Bambang Soesatyo, wakil Koordinator Bidang Pratama, agar waktu pelaksanaan munas dipercepat, Aburizal menyatakan waktu agenda nasional ini wewenang DPP (Dewan Pimpinan Pusat).


Kandidat Ketua Umum

Setidaknya empat kader sudah menyatakan tekadnya sebagai calon ketua umum (caketum) periode mendatang: Bambang Soesatyo, Ali Yahya, Ulla Nuchrawatty, dan Marlinda Irwanti.

Bambang yang ketua DPR RI adalah wakil Koordinator Bidang Pratama. Ali Yahya menjabat ketua umum Satuan Karya Ulama Partai Golkar. Sedangkan Ulla Nuchrawatty adalah mantan ketua umum Kesatuan Perempuan DPP Partai Golkar.


Evaluasi Perolehan Suara

Pada kesempatan yang sama, Aburizal Bakrie juga menegaskan pimpinan partai mengagendakan evaluasi atas menurunnya suara Golkar pada Pemilu 2019. Meski suara menurun, menurutnya, Golkar sudah melakukan upaya terbaik. “Kita evaluasi untuk lebih baik ke depan,” katanya.

Diungkapkan, perolehan suara Golkar pada Pilkada 2020 harus lebih bagus. Begitu pun target pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden-wakil presiden (pilpres) mendatang. Akan diupayakan Golkar mengusung calon sendiri di Pilpres 20204.

“Lebih bagus lagi, pilpres ke depan Golkar bisa mengusung calonnya sendiri,” ujar Aburizal.

Suara Golkar pada Pemilu 2019 menurun dibandingkan Pemilu 2014. Golkar merosot dari urutan kedua menjadi ketiga. Perolehan suaranya pada Pileg 2019 sebesar 17.229.789 atau 12,31 persen. Pada Pileg 2014, Golkar mendapatkan 18.432.312 atau 14,75 persen suara. []RMK


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here