GNPF dan PA 212 Tidak Berhenti Berjuang Meski MK Menangkan KPU

Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (Istimewa/koranindonesia.id)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Barisan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) dan Persaudaraan Alumni 212, serta para aktivis Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR) tidak akan berhenti berjuang meski Mahkamah Konstitusi (MK) memenangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak termohon dalam gugatan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu tertuang dalam petisi Kedaulatan Rakyat untuk Keadilan dan Kemanusiaan yang dibacakan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis pada aksi damai di Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019.

Sobri yang memimpin pembacaan petisi bersama mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua menolak segala bentuk putusan hukum yang melegalkan kecurangan.

“Menolak segala bentuk putusan hukum yang menjustifikasi kecurangan dan kezaliman karena tidak sesuai dengan ajaran agama apapun dan bertentangan dengan amanat konstitusi NKRI yang berdasarkan Pancasila & UUD 1945,” tegasnya.

Mereka lalu menyatakan tekad akan melakukan perlawanan secara konstitusional. “Untuk keselamatan agama, bangsa, dan negara,” kata Sobri.


Tidak Terkait Capres

Sementara itu, Abdullah Hehamahua yang merupakan Koordinator GKR menyebutkan, apa yang diperjuangkannya tidak berkaitan dengan pasangan calon presiden (capres) Jokowi-Maruf maupun Prabowo-Sandi.

“Saya tidak ada urusan dengan Prabowo, tidak ada urusan dengan Sandi, dengan Jokowi, dengan Kiai Ma’ruf Amin. Ini soal rakyat, soal bangsa, soal eksistensi NKRI,” tandas Abdullah.

Soal instruksi Prabowo kepada pendukungnya agar tidak menggelar aksi selama sidang MK, menurut Abdullah, bentuk kecintaan capres ini kepada rakyat.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut tidak ingin kerusuhan 21-22 Mei 2019 terulang, yang merenggut nyawa warga. Abdullah menyebutkan perusuh pada 22 Mei itu bukan bagian kelompoknya.

“Saya tahu Pak Prabowo tidak ingin (peristiwa) 22 Mei terulang. Jemaah pada malam itu sudah pulang bubar dengan tertib dan kembali ke masjid masing-masing.”

Dia melanjutkan sekitar satu jam setelahnya datang gerombolan yang membuat kerusuhan. “Apakah ustaz punya tato di badan? Orang yang membuat rusuh itu bertato, minum minuman keras, dan waktu itu Ramadan. Saya bisa mengerti Prabowo menganjurkan itu karena cinta rakyat,” ungkap Abdullah.


Petisi Lengkap

*PETISI KEDAULATAN RAKYAT UNTUK KEADILAN DAN KEMANUSIAAN*

Melihat dan memperhatikan serta mencermati aneka *KEZALIMAN* yang terjadi selama ini, khususnya dalam rentang waktu tahun 2014 s/d 2019, antara lain :

1. Kriminalisasi & Makarisasi Habaib & Ulama serta Aktivis, juga Pembubaran & Terorisasi Ormas Islam.

2. Pembiaran Penodaan terhadap Agama, bahkan Perlindungan & Pembelaan terhadap Penoda Agama.

3. Pembiaran gerakan Liberal, Neo PKI, LGBT, Ahmadiyah & Syi’ah Rofidhoh, serta Aneka Aliran Sesat & berbagai Kemungkaran, sehingga merajalela di seantero negeri.

4. Penjualan Aset Negara kepada Asing & Aseng, Penumpukan Utang Negara, Pemberian Dukungan kepada Program OBOR China, dan Penerimaan Imigran China sebagai TKA di Indonesia, sekaligus Pembiaran Pribumi terpuruk.

5. Pelaksanaan PEMILU CURANG & BRUTAL, sehingga lebih dari 500 Petugas Pemilu wafat secara tidak wajar tanpa diotopsi, dan lebih dari 11 ribu Petugas Pemilu jatuh sakit dirawat serius di berbagai RS Tanpa penyelidikan sebab-musababnya.

Serta tindakan represif aparat yang biadab & sadis terhadap rakyat, sehingga jatuh korban meninggal dunia 10 orang, empat di antaranya anak-anak, dan lebih dari 800 orang luka tembak atau pukulan, serta lebih dari 500 orang ditahan, di antara mereka banyak yang disiksa di dalam tahanan. Selain itu lebih dari 30 orang hingga saat ini masih hilang belum ditemukan.

Oleh karenanya, kami para Habaib, Ulama & Aktivis serta Tokoh berbagai Ormas Islam mau pun Kebangsaan, menyatakan:

1. Mengecam keras segala bentuk Kecurangan & Kezaliman yang telah meruntuhkan sendi-sendi Keadilan & nilai-nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan Berbangsa & Bernegara.

2. Menolak segala bentuk putusan hukum yang menjustifikasi Kecurangan & Kezaliman, karena tidak sesuai dengan ajaran Agama apa pun dan juga bertentangan dengan Amanat Konstitusi NKRI yang berdasarkan Pancasila & UUD 1945.

3. Melakukan perlawanan secara konstitusional terhadap segala bentuk Kecurangan & Kezaliman untuk Keselamatan Agama, Bangsa & Negara.

Demikian Petisi ini dibuat dan diserukan kepada segenap Rakyat & Bangsa Indonesia agar scr Tulus & Ikhlas untuk terus Bersatu & Berjuang bersama para Habaib & Ulama yang Istiqomah untuk melaksanakan isi Petisi ini semata-mata hanya mengharap ridho Allah Yang Maha Kuasa.

Jakarta, 26 Juni 2019

Gerakan Kedaulatan Rakyat untuk Keadilan & Kemanusiaan. []Bisma Rizal


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here