Jimly Asshidiqie: Pendemo 22 Mei Jangan Ditangkapi

Jimly Asshidiqie (Istimewa/politiktoday.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Pakar Hukum Tata Negara dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidiqie mengingatkan agar kubu pasangan calon presiden-wakil presiden petahana dan pihak terkait lainnya tidak menyikapi secara berlebihan aksi 22 Mei 2019.

“Biarlah yang mengekspresikan kekecewaan berdemo. Nggak usah dilarang, nggak usah ditangkap, tetapi dibimbing supaya lebih tenang,” kata Jimly kepada pers, Senin, 20 Mei 2019.

Kubu pasangan calon (paslon) Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin itu, menurut mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) tersebut, perlu menyadari pula bahwa terjadi peningkatan ketidaksukaan (dislikability).

“Ada juga tingkat kenaikan dislikability, seperti di Sumatera Barat, perolehan suara Pak Jokowi turun dari 2014. Begitu pun di Aceh. Artinya, sisi ketidaksukaan ini selain meluas juga meningkat. Jadi, meskipun menang, harus menghadapi kenyataan perluasan dan penambahan jumlah ketidaksukaan itu,” papar calon anggota DPD RI itu.

[Baca juga: Tentara dan Polisi di Situbondo Razia Pendemo 22 Mei]

Karenanya, lanjut Jimly, pihak paslon nomor urut 01 yang merasa telah menang tidak perlu bergagah-gagah dengan keunggulannya agar tak memperuncing konflik. Lebih baik usaha rekonsiliasi antarpendukung paslon dilakukan, yang sepantasnya diawali dari pihak yang merasa unggul.

“Saya imbau kedua kubu menahan diri, biar yang kalah terhormat, yang menang juga punya kehormatan,” tandas Jimly. []HDN


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here