Senin, Bawaslu Sidangkan Laporan BPN Soal Kecurangan Situng KPU

Sidang di Bawaslu, Jakarta (Madi Cakra/PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Hari ini, Senin, 6 Mei 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadwalkan sidang ajudikasi atas laporan dugaan kecurangan pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sidang ajudikasi akan memutuskan apakah laporan BPN ini akan diperiksa lebih lanjut atau dihentikan.

Ihwal kecurangan itu dilaporkan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto-Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno.

Dua hal yang dilaporan BPN ke Bawaslu, yakni terkait Situng dan lembaga survei hitung cepat (quick count).

“Ada dua laporan dari BPN ke kami. Pertama, terkait dengan Situng. Kedua, terkait dengan lembaga survei quick count. Ini sedang kami pelajari, kami kaji. Nanti hari Senin kami akan gelar sidang ajudikasi dengan putusan pendahuluan,” kata Abhan kepada jurnalis di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Mei 2019.


Bukan Kecurangan

Terpisah, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menyebutkan memang terjadi kesalahan input dalam Situng. Namun, angkanya hanya 159. Kesalahan dimaksud adalah angka perolehan suara kandidat presiden berbeda dengan formulir C1.

“Kami tidak memungkiri, ada sekitar 159 salah entri atau salah input data di Situng,” kata Wahyu di kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

Wahyu membantah kesalahan entri sebagai tindakan kecurangan. Alasannya, Situng bukan hasil resmi penghitungan. Hasil penghitungan resmi Pemilu 2019, katanya, di penghitungan manual berjenjang.

Menurut Wahyu, Situng adalah alat KPU mewujudkan transparansi selama penghitungan suara pemilu ke publik. KPU membuka ruang partisipasi kepada publik untuk mengoreksi jika ke depan masih terjadi kesalahan entri data dalam Situng.

BPN dalam laporan ke Bawaslu menyebutkan telah terjadi kecurangan dalam Situng dengan kesalahan input 15,4 persen atau 73.715 kasus di 477.021 TPS.

Indikasi pengelembungan suara untuk pasangan Capres Joko Widodo-Cawapres Ma’ruf Amin (01), khususnya, terjadi di hampir setiap provinsi. Paling banyak ada di lima provinsi.

Kesalahan paling banyak di Jawa Tengah pada 7.666 TPS, Jawa Timur 5.826 TPS, Sumatra Utara 4.327 TPS, Sumatra Selatan 3.296 TPS, dan Sulawesi Selatan 3.219 TPS. []Bisma Rizal


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here