Alon: Rakyat Bakal Melawan Guna Merebut Hak Konstitusionalnya

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Ketua Umum DPP Relawan Aceh Nusantara untuk Prabowo-Sandi (Ranups) Teuku Syahrul Ansari menyinggung buruknya penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu 2019, khusus pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres).

Mantan Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Tengah (Jateng) –yang kerap dipanggil Alon– itu mengumandangkan kritiknya saat turut berorasi di Rumah Perjuangan Rakyat, Jalan Proklamasi No. 36, Jakarta Pusat, Senin malam, 29 April 2019.

Selain Alon, beberapa mantan aktivis mahasiswa dan prodemokrasi turut berorasi. Mereka menyampaikan gugatannya kepada pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan lainnya sehubungan dengan kecurangan akut dalam Pilpres 2019 di hadapan warga dan relawan Pasangan Calon (Paslon) Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno.

Alon mengatakan penguasa kini menggadaikan kekayaan alam Indonesia kepada “asing dan aseng”. Korupsi hasil keringat rakyat merajalela. Sekarang, pada pelaksanaan pilpres, hak rakyat pada selembar surat suarapun “dikorupsi” alias diselewengkan.

Atas kecurangan itu, menurut Alon yang alumnus Universitas Diponegoro (Undip), masyarakat tidak akan tinggal diam. Rakyat bakal melakukan perlawanan guna menegakkan kebenaran dan hak-hak konstitusionalnya. []ALY


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

4 KOMENTAR

  1. Harus kita lawan dengan atw tdk menggunakan cara konstitusional.
    Sebab:
    “Ketika ketidakadilan menjadi hukum, perlawanan menjadi kewajiban”. (Thomas Jefferson)

    “Ketika tirani menjadi hukum, pemberontakan adalah hak” . (Simon Bolivar)

  2. Aku ingin Indonesia damai, sejahtera dan merdeka tanpa ada penjajahan dari siapapun karena DAMAI itu indah dan sumber kedamaian itu adalah keadilan

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here