Rizieq: Soekarno, Soeharto, dan Gus Dur Pahami ‘People Power’ Konstitusional

MEKAH, PemiluUpdate.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab merilis video berisi pandangannya tentang gerakan rakyat atau people power. Video ini dipublikasikan melalui akun Front TV di kanal Youtube.

Sebelumnya, tepatnya pada 27 April 2019, ulama yang mengasingkan diri di Mekah, Arab Saudi, ini melansir pendapatnya tentang banyaknya kecurangan pada Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Melalui kanal yang sama, ia menyebut paparannya sebagai “Maklumat Mekah”.

Rizieq menegaskan gerakan rakyat bukanlah pelanggaran hukum. People power, tegasnya, konstitusional. Dasarnya, Indonesia telah mengalami setidaknya tiga gelombang gerakan rakyat.

Pertama, Presiden Pertama RI Soekarno menanggalkan kekuasaannya akibat people power. Rakyat memaksanya lengser karena pemerintahannya didominasi oleh sosok Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurut Rizieq, Soekarno sosok negarawan yang cerdas. Ia memahami gerakan rakyat sebagai langkah konstitusional. Karenanya, ia tidak melakukan perlawanan, melainkan mengeluarkan Supersemar. Seokarno, kata pendiri FPI ini, merupakan tokoh pejuang yang sangat mengerti substansi people power.

Gelombang gerakan rakyat yang kedua menimpa Presiden Kedua RI Soeharto. Rakyat turun ke jalan di berbagai daerah. Pusat people power berlangsung di Jakarta. Rakyat bersama mahasiswa mengepung Gedung DPR-MPR di Senayan, Jakarta.

Ditambahkan, TNI dan Polri di belakang Soeharto. Namun, tentara maupun polisi tidak diperintahkan oleh Soeharto untuk berhadapan dengan rakyat karena people power dipahami sebagai gerakan yang konstitusional alias bukan tindakan makar.

Soeharto, sebut Rizieq, berjiwa besar mengundurkan diri sehingga tak terjadi pertumpahan darah.

Gerakan rakyat yang ketiga menimpa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Setelah berkuasa sekitar dua tahun, rakyat menghendaki Gus Dur lengser.

Sama dengan Soekarno dan Soeharto, Gus Dur juga seorang negarawan yang mengerti gelombang arus bawah. Dia secara sukarela meninggalkan Istana Negara, walaupun Pasukan Berani Mati-nya siap melawan massa people power.

Rizieg menyebutkan Gus Dur seorang negarawan yang cerdas. Dia memerintahkan agar barisan Pasukan Berani Mati yang siap melindunginya tak berbuat apa-apa.

Dengan ketiga contoh kasus sejarah tersebut, Rizieq menegaskan people power sama sekali bukan gerakan inkonstitusional. []RMK


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

2 KOMENTAR

  1. Jangan hanya omong tapi kerja lebih bagus klu dah kalah ya seharusnya lilolegowo rakyat sekarang banyak yg pinter

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here