Nasir Djamil Nilai Tuduhan Mahfud MD ke Warga Aceh Mirip Perilaku PKI

Nasir Djamil dan Nyak Sandang (Istimewa/acehbisnis.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Anggota Komisi III DPR M. Nasir Djamil mengaku prihatin atas pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, yang menyebutkan masyarakat Aceh sebagai penganut Islam garis keras.

Politikus putra Aceh itu menyatakan pakar hukum tatanegara itu telah mengadudomba anak bangsa antarprovinsi.

“Saya meminta Mahfud MD agar meminta maaf kepada masyarakat Aceh dan mencabut pernyataannya yang sesat dan menyesatkan itu”, kata Nasir pada Minggu malam, 28 April 2019.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan dirinya tidak habis pikir bagaimana mungkin seorang tokoh nasional selevel Mahfud MD –yang profesor– mengelompokkan provinsi yang dimenangi Pasangan Calon (Paslon) Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno masyarakatnya bagian Islam garis keras atau ekstrem.

“Apakah salah kalau ada mayoritas masyarakat satu provinsi memilih Prabowo-Sandiaga?,” tanya Nasir.

Nasir lalu menegaskan pelabelan Islam garis keras kepada warga Aceh sebagai penghinaan dan tuduhan yang tidak mendasar. Mahfud MD, kata dia, harus segera meminta maaf.

“Apa yang diucapkan oleh Mahfud MD itu mirip perilaku penjajah dan PKI (Partai Komunis Indonesia, Red.). Sejumlah masyarakat Aceh saat ini bersiap-siap menempuh jalur hukum terkait pernyataan Mahfud MD itu,” ungkap Nasir, seperti dilansir viva.co.id, Senin, 29 April 2019.

Pernyataan Mahfud MD itu berkaitan dengan kemenangan Prabowo-Sandiaga di Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan beberapa lainnya.


Reaksi BPN

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak juga mengaku kaget atas tuduhan Mahfud kepada pemilih Paslon Nomor Urut 02 pada Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

“Saya menghormati Pak @mohmahfudmd tapi kaget dg tuduhannya, karena ambisinya sampai tega menggunakan narasi daerah2 02 menang sprt Aceh, Sumbar, Jawa Barat dsb, sbg daerah Islam garis keras. Narasi Pak Mahfud ini yg justru memecah belah dan penuh kebencian,” cuit Dahnil melalui akun Twitternya @Dahnilanzar, Minggu, 28 April 2019.

Tokoh muda Muhammadiyah itu melanjutkan bahwa Mahfud selama ini mengaku dirinya netral dalam kontestasi pilpres, namun justru memojokkan kubu tertentu. Tuduhan kader Nahdlatul Ulama (NU) itu sangat tidak berdasar dan memperkeruh suasana pasca pencoblosan pemilu. []RMK


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here