Pemerintah Tolak Pengajuan Anggaran Asuransi Buat KPPS

Makam anggota KPPS (Istimewa/ayobandung.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui korban jiwa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 bertambah setiap harinya. Hingga Kamis sore (25/4/2019), jumlah korban meninggal dunia mencapai 225 orang.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengungkapkan sehari sebelumnya jumlahnya 144 orang. Sedangkan yang menderita sakit sebanyak 1.470 orang.

Penyebab ujung tombak pelaksanaan pemungutan suara pada 17 April itu meninggal dunia dan sakit adalah akibat kelelahan bekerja nonstop.

“Sampai pukul 18.00 WIB, sudah 225 orang yang wafat. Kemudian, 1.470 orang sakit karena terus bekerja dan dengan penuh dedikasi memastikan seluruh proses pemilu ini berjalan luber dan jurdil di semua TPS. Total 1.695 orang yang mengalami musibah,” ungkap Viryan di gedung KPU, Jakarta, Kamis, 25 April 2019.

Dijelaskan, “bencana” itu terjadi tak hanya saat hari pencoblosan, melainkan akumulasi sejak pembagian formulir C6. Tugas personel KPPS memang cukup menyita energi dan waktu. Didorong dedikasi yang tinggi, mereka melupakan faktor kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner KPU Ilham Saputra menyatakan pihaknya akan mengevaluasi besaran honor petugas KPPS yang dinilai beberapa pihak tidak layak.

“Tentu saja perlu kami evaluasi. Kami pertimbangkan dalam pemilu berikutnya harus ada honor yang layak bagi penyelenggara pemilu di tingkat bawah,” ucapnya.

Anggaran pemilu menjadi besar, menurut Ilham, salah satunya untuk membayar honor para tugas penyelenggara di berbagai tingkatan, yakni KPPS, Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). “Kita berusaha maksimal untuk menaikkannya, tetapi anggarannya juga terbatas,” jelasnya.

Pada pemilu serentak 2019, honor Ketua KPPS sebesar Rp550 ribu, sedangkan anggotanya Rp500 ribu. Honor ini masih dipotong pajak.

Petugas KPPS (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)


Pemerintah Tolak Asuransi

Terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengucapkan belasungkawa atas pelaksana pemilu yang meninggal dunia akibat menjalankan tugas. Menurutnya, Pemilu 2019 memang kompleks.

“Inilah pemilu yang paling berat sehingga memakan korban sangat banyak. KPU sebenarnya sudah mengajukan asuransi bagi setiap penyelenggara KPU, tapi tidak direspons pemerintah,” aku Muzani.

[Ikuti POLLING: Kinerja KPU Selenggarakan Pemilu 2019]

Gerindra, menurut Muzani lagi, menyayangkan penolakan pemerintah menyiapkan asuransi bagi penyelenggara pemilu. Khususnya di level bawah.

“Keprihatinan ini kami diskusikan panjang dengan pimpinan KPU. Mengapa begitu banyak yang meninggal dan sakit,” tukasnya.

Wakil Ketua MPR itu menambahkan para korban yang meninggal dunia ataupun sakit dimaksud harus diberi santunan oleh negara. []RMK/HDN


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here