Mabes Polri Konfirmasi Kabar Kantor KPU di Palembang Dibakar Sebagai Hoaks

Ilustrasi: Kasus hoaks (Istimewa/katadata.co.id)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Markas Besar (Mabes) Polri Brigjen (Pol.) Dedi Prasetyo mengonfirmasi kabar kantor Komisi Pemilihan Umum ( KPU) di Palembang, Sumatera Selatan, dibakar massa adalah hoaks. Penegasan ini dilansir setelah personel kepolisian menuju lokasi kantor KPU dimaksud.

“Kabid Humas sudah meluncur ke sana bersama KPU. Yang ada di media sosial itu tidak benar,” tandas Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 24 April 2019.

Ditambahkan, polisi kini menyelidiki akun-akun media sosial (medsos) yang menyebarkan hoaks tersebut. Penyebarnya akan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Apabila ada akun-akun yang menyebarkan berita-berita yang tidak sesuai dengan fakta, berita hoaks, bisa dijerat UU ITE,” kata Dedi lagi.


Penyebar Hoaks di FB Ditangkap

Kasus lain, polisi menangkap tersangka pelaku penyebaran hoaks di medsos Facebook. Pelaku berinisial DMR kini ditahan di markas Polda Jawa Barat (Jabar) di Kota Bandung.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan DMR ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditereskrimsus) Polda Jabar dan anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tasikmalaya. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat.

“Pelaku ditangkap di Kuningan, Jakarta, pada tanggal 22 April 2019,” kata Truno kepada pers di markas Polda Jabar, Selasa (23/4/2019).

Konten yang disebarkan pelaku berupa video berdurasi satu menit yang terjadi di Kecamatan Cipedes, Indihiang, Kota Tasikmalaya. Video yang disebarkan pascapemilu itu diunggah pelaku melalui ponsel miliknya. Video itu diberikan keterangan dengan judul “Terjadi di Indihiang dan Cipedes Tasikmalaya Jawa Barat Polisi memaksa ingin membuka kotak suara, dihadang oleh FPI, Babinsa, dan relawan 02”.

Menurut Truno, video tersebut berisikan pengamanan yang dilakukan polisi, TNI, Linmas, aparatur kecamatan, KPU dan Bawaslu. Berita ini dijadikan berita bohong seolah aparat keamanan ingin membobol surat suara di PPK Indihiang.

“Ini dibalikkan seolah-olah ormas yang menghentikan kegiatan tersebut. Justru sebaliknya, kami mengamankan karena di PPK itu harus steril dan kunci gudang PPK ada tiga: KPU, Panwas, dan kepolisian,” papar Truno.

DMR mengaku dirinya tidak memiliki alasan menyebarkan video tersebut. “Tidak disuruh, nggak ada alasan. Saya hanya sebarkan,” katanya. Dia mengaku mendapatkan video tersebut dari akun Amperacyber di Instagram.

“Video dapat dari Instagram, bentuknya sudah kayak gitu, saya bagikan doang di FB, akunnya Amperacyber,” kata DMR yang sehari-hari bekerja sebagai sekuriti bank di Jakarta. []HDN/BIH


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here