Polisi Bogor Tangkap Dua Tersangka Hina Jokowi dan Kampanyekan Prabowo

Logo Polres Bogor (Istimewa/youtube.com)

KABUPATEN BOGOR, PemiluUpdate.com – Kepolisian RI (Polri) kembali menangkap warga berkaitan dengan kasus penghinaan kepada Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi, yang juga calon presiden (capres) pada Pemilu 2019.

Kali ini, petugas Kepolisian Resor (Polres) Bogor yang menanganinya. Pihak Polres menciduk dua pria yang berorasi dan menyebarkan video yang diduga berisi penghinaan kepada Presiden Jokowi.

Video kedua pria ini viral di grup WhatsApp (WAG) dan media sosial. Video viral pada Jumat (5/4/2019) berdurasi 39 detik.

Video itu menampilkan seorang pria berkaos hitam dan celana putih, serta bertudung kepala. Pria berkumis itu tampak membawa secarik kertas bertuliskan “Hei, Jokowi, rakyat sudah muak dan jijik sama lu”. Dia berteriak di tengah-tengah kemacetan di salah satu ruas jalan di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Aksi ekspresi pria diarahkan ke para pengendara yang melintas. Ia menunjukkan simbol dua jari kandidat nomor urut 02 Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019, seraya mengajak memilih Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. “Mantap, pilih Prabowo,” ajaknya.

Kepala Polres (Kapolres) Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) A.M. Dicky mengungkapkan kedua tersangka pelaku berinisial B dan S. Keduanya disebutkan sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI). Dikatakan, berdasar pemeriksaan B dan S ingin membela guru besarnya, Rizieq Shihab.

“Dua-duanya anggota FPI. Alasan mereka untuk membela guru besarnya Rizieq Shihab,” ungkap Dicky dalam keterangan persnya, seperti dikutip Kompas.com, Minggu, 7 April 2019.

Kapolres menjelaskan tersangka B yang ditangkap di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berperan selaku penghina di dalam videonya. Sementara tersangka S yang diciduk di rumahnya di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, bertindak sebagai perekam.

Barang bukti yang diamankan polisi, yakni dua ponsel pintar (smartphone) yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video.

Kedua tersangka diancam Pasal 45 Ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 dan atau Pasal 45A Ayat (2) dan atau Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 157 ayat (1) KUHP tentang Ujaran Kebencian Terhadap Golongan dengan ancaman paling lama dua tahun. []USM


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here