Jokowi Pamer Program Tiga Kartu Sakti di Acara Karnaval Bersatu

Joko Widodo (Istimewa/Akun Twitter @jokowi)

KOTA TANGERANG, PemiluUpdate.com – Calon Presiden (Capres) Joko Widodo alias Jokowi memperkenalkan program tiga kartu saktinya pada kampanye terbuka “Karnaval Bersatu” di Kota Tangerang, Banten, Minggu sore, 7 April 2019. Program dimaksud, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Sembako Murah (KSM), dan Kartu Pra Kerja (KPK).

“Supaya semua tahu, ke depan kita akan ada KIP kuliah. Siapa yang setuju? Jadi anak-anak kita lulus SMA dan SMK akan diberi beasiswa, siapa setuju?” ujar Capres Nomor Urut 01 itu saat berorasi di panggung kampanye di Jalan Kisamaun, Pasar Lama, Kota Tangerang.

Saat memperkenalkan KSM, Capres Petahana tersebut mengatakan program ini bakal membuat ibu-ibu senang. Melalui kartu ini, ibu-ibu dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Sementara, masih menurut Jokowi, lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) hingga pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pemegang KPK akan mendapatkan pelatihan dengan insentif honor.

“Pelatihan skill meningkat sehingga cepat mendapatkan pekerjaan, tetapi kalau belum dapat kerja ada insentif honor. Yang nggak setuju, silakan maju saya kasih sepeda. Awas kalau maju,” tutur Jokowi.

Jokowi menegaskan ketiga kartu saktinya akan diterbitkan tahun depan. Mendengar hal itu, para pendukungnya bersorak. “Kartu ini akan keluar tahun depan karena program capres tiga kartu, ya,” tukasnya.

Hadir dalam kampanye ini, antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, politikus PDIP Rano Karno, serta Juru Bicara TKN Arya Sinulingga dan Deddy Mizwar.


Jurus Mabuk

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menyindir program kartu sakti sebagai jurus mabuk saat elektabilitas Pasangan Calon (paslon) Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin tak kunjung naik menjelang hari penyaluran hak suara pada 17 April 2019.

“Menurut saya adalah jurus mabuk gitu, ya. Jurus mabuk karena elektabilitasnya sudah mangkrak sehingga muncul lagi jurus-jurus ini (program kartu-kartu),” ujar Fadli di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Fadli menilai program kartu-kartu Jokowi sebelumnya mengalami kegagalan, meskipun diberi embel-embel “sakti”. Namun, program kartu-kartu kembali dijadikan janji dalam Pemilu 2019. “Sudahlah, jangan menghina akal sehat rakyat,” katanya. []SUA/LMC


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here