Isu Khilafah: Skenario Lama CSIS, Moerdani, dan Hendropriyono

Ilustrasi: Khilafah (Istimewa/redaksiindonesia.com)

Oleh: Natalius Pigai

ISU khilafah sudah lama dipakai Center for Strategic and International Studies (CSIS), L.B. Moerdhani dan anak didiknya, seperti Hendropriyono. Juga diduga oleh Luhut Binsar Panjaitan dan Megawati. Tujuannya adalah membungkam lawan.

Berbagai bukti telah menegaskan adanya fakta tersebut. Berikut saya sebutkan momentum penggunaan isu khilafah dan Islam radikal sebagai alat justifikasi untuk membungkam lawan-lawan politik.

Soal Khilafiah ini telah lama dihembuskan sebagai alat propaganda politik CSIS, Moerdani, dan Hendropriyono yang diikuti oleh anak dididik mereka, seperti Luhut Binsar Panjaitan dan Megawati.

1.Tahun 80-an, isu khilafiah dimunculkan demi pelaksanaan Pancasila sebagai asas tunggal. Dilanjutkan dengan rentetan kejahatan penembakan misterius yang dipimpin Moerdhani, gurunya Hendropriyono dan Luhut.

2. Isu khilafah menjustifikasi peristiwa Talangsari dan Tanjungpriok. Umat menjadi korban, Islam tidak mendapat ketidakadilan di negeri ini.

3. Soal khilafah, umat Islam terpinggirkan bahkan teralienasi kekuasaan politik negeri hampir 40 tahun lebih.

4. CSIS, Moerdani, asing, bahkan TNI dimanfaatkan melalui isu khilafiah agar Suharto dipaksa berkuasa 30 tahun.

5. Isu khilafah juga mengamputasi kesempatan dan peluang Habibie menjadi Presiden melalui penolakan pertanggungjawaban Sidang Umum (SU) MPR 1999. Habibie tidak punya kesempatan mengabdi kepada negara, walaupun melalui pemilihan yang demokratis.

5. Isu khilafah jugalah yang dipakai oleh mereka untuk membatasi seorang “Jenderal TNI Patriotik Prabowo Subianto” untuk berkuasa di negeri ini. Desain intelijen memunculkan isu radikalisme terlihat dari pernyataan Wawan Purwanto, juru bicara BIN, tentang sejumlah mesjid terpapar radikalisme. Pernyataan Wawan bisa diduga sikap BIN ini telah terbukti nyata. Isu khilafah dimunculkan melalui skenario untuk mengganggu karir politik Prabowo.

[Baca juga: Joko Widodo Benamkan Legasi Gus Dur]

Isu khilafah sebagai alat propaganda untuk membenturkan Islam nusantara dan transnasional. Meskipun ukhuwah Islamiyah sesama kaum pengikut mazhab Syafei ahlus sunna waljamah, yaitu sebagian NU dan lainnya.

Inilah skenario lama yang sudah dipakai dan dihembuskan terus oleh mereka yang haus kekuasaan, seperti Moerdani, CSIS, Hendropriyono, Luhut, bahkan Megawati juga sejak 1990.

Oleh karena itu, saya minta semua warga negara, semua suku, semua agama –khususnya umat Muslim– harus membuka mata hati untuk menenggelamkan skenario busuk yang sedang mengganggu eksistensi integrasi sosial dan integrasi politik di Indonesia.

Khususnya bagi umat Muslim dan kaum beragama yang lain di Indonesia pada 17 April 2019 harus mampu menyudahi ketidakadilan selama 73 tahun, atau paling kurang 40 tahun di bawah genggaman CSIS, L.B. Moerdani dan kelompoknya. []


*Penulis
adalah alumni PMKRI, aktivis kemanusiaan


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here