Bowo Sidik Pangarso, Politikus Golkar Di-OTT Korupsi Suap BUMN

Bowo Sidik Pangarso (Istimewa/mpr.go.id)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus korupsi suap. Kali ini kasusnya di PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), perusahaan induk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pupuk. Tindak korupsi ini diduga terkait kegiatan pengiriman pupuk via kapal.

Tim KPK menangkap basah tujuh terduga saat transaksi suap di Jakarta, Rabu malam, 28 Maret 2019. Mereka langsung digelandang ke Kantor KPK, Jakarta, dengan status terperiksa.

Ketujuh terduga terdiri atas pejabat PIHC, swasta, dan seorang anggota Komisi VI DPR RI asal Fraksi Golkar. Walaupun KPK belum mengeluarkan penjelasan resmi, tersiar kabar bahwa sang politikus adalah Bowo Sidik Pangarso.

Dalam OTT ini, penyidik KPK mengamankan barang bukti transaksi suap berupa uang pecahan rupiah dan dolar AS. Jumlah pastinya segera dirilis KPK pada Kamis, 28 Maret 2019.


Profil Sang Politikus

Bowo lahir di Mataram, 16 Desember 1968. Dia sarjana ekonomi lulusan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Ia tercatat pernah menjadi auditor di Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI), salah satu bank swasta yang sebelumnya juga masuk dalam perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang ditangani lembaga KPK.

Tak lagi menjabat sebagai auditor, ia lalu menjadi Direktur Keuangan di PT Inacon Luhur Pertiwi sebagai Direktur Keuangan hingga 2014. Selanjutnya terjun ke politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di DPR RI periode 2014-2019.

Bowo bukanlah orang baru di dunia politik. Ia masuk ke dunia politik sejak 2012. Bowo menjabat Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah. Juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah. Ia juga pernah sebagai Bendahara Komite Brunei Kadin Indonesia, tepatnya periode 2012-2015.

Ia duduk di DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak. Bowo sempat berkiprah di Komisi VII DPR yang membidangi riset dan teknologi, lingkungan hidup, serta energi.

Pada April 2015, terjadi rotasi dan mutasi di Fraksi Golkar yang membuat Bowo pindah ke beberapa komisi, seperti Komisi VIII. Pada Januari 2016 ke Komisi VII.

Akhirnya, melalui surat yang ditandatangani Ketua Fraksi Golkar saat itu, Setya Novanto, Bowo ke Komisi VI DPR. Ia menempati posisi sebagai anggota Badan Anggaran dan Badan Musyawarah.


Bio Data Bowo

Nama Lengkap: Bowo Sidik Pangarso
Tempat Lahir: Mataram, Nusa Tenggara Barat
Tanggal Lahir: 16/12/1968
Nomor Anggota: 272
Fraksi: Fraksi Partai Golongan Karya
Daerah Pemilihan: Jawa Tengah II

Riwayat Pendidikan:
SDN Wonodri I Semarang: 1975-1981
SMPN III Semarang: 1981-1984
SMAN III Smg. Tahun: 1984 – 1987
Universitas 17 Agustus 1945: 1988 – 1993

Riwayat Pekerjaan:
Direktur Keuangan PT Inacon Luhur Pertiwi: 2002-2014
Kabid Audir BDNI: 1996-2001
Auditor BDNI: 1994-1996

Riwayat Organisasi:
Anggota Majelis Pemuda Indonesia: 2011-2014
Ketua PDK Kosgoro 1957 Jateng: 2010-2015
Wakil Ketua DPP Barisan Muda Kosgoro: 2010-2015
Ketua DPD KUKMI Jateng: 2010-2015
Wakil Sekjen DPP AMPI: 2004-2009
Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Kosgoro: 1995-2001
Wakil Ketua Kosgoro: 1992-1994
Wakil Sekretaris KNPI: 1991-1994
Ketua Kosgoro: 1990-1992
Wakil Sekretaris AMPI: 1988-1993
Pengurus KNPI: 1988-1991
Wakil Ketua Kosgoro: 1988-1990. []HDN


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here