Menteri Basuki Nilai Komitmen Sandiaga Gratiskan Jalan Tol Dapat Dilaksanakan

Ruas Tol Cikopo di Jawa Barat (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno mewacanakan komitmennya menggratiskan jalan tol yang sudah beroperasi di atas 30 tahun. Penggratisan akan diterapkannya jika Pasangan Calon (Paslon) Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Sandiaga memenangi Pemilu 2019.

Menanggapi hal itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan pemikiran Sandiaga itu bukan asal bunyi. Komitmen Cawapres Sandiaga, menurut Basuki, bisa diwujudkan pada ruas jalan tol yang masa konsesinya habis.

“Ya, bisa digratiskan kalau sudah selesai konsesinya,” kata Basuki saat ditanya pers di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.

Namun, lanjut Basuki, ada pengecualian jika ada pengembangan baru di jalan tol itu. Misalnya Tol Jagorawi yang tadinya terdiri atas dua lajur menjadi empat lajur. Bisa juga karena ada investasi baru dan perpanjangan masa konsesi.

Basuki menjelaskan tentang dua jenis jalan yang perlu diketahui yaitu jalan khusus dan umum. Jalan khusus dibangun oleh pihak tertentu untuk kepentingan penggunanya sendiri. Misalnya di perkebunan kelapa sawit dan karet.

Adapun jalan umum dibangun oleh pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum. Jalan umum terdiri dari jalan tol dan non-tol. Biaya pembangunannya ada yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dan ada pula yang dari investor.

“Kalau dananya dari investor dan KPBU bagaimana mau digratiskan? Kalau pakai APBN tergantung keputusan pemerintah karena itu uang rakyat atau negara. Kalau semua tol mau digratiskan, ya, nilai sendiri,” ungkap Basuki.

Dia pun menyerahkan kembali kepada Sandiaga jika nantinya menerapkan kebijakan itu. Namun, beberapa hal perlu dipertimbangkan untuk memutuskannya, antara lain, biaya investasi dan pemeliharaan, serta teknologi yang digunakan dan kerumitan yang dialami saat mengerjakannya.

“Silakan kalau beliau sebagai pengambil keputusan, punya kewenangan dan tanggung jawab. Nggak masalah,” tutur Menteri pada Kabinet Kerja yang super sibuk akibat fokus pembangunan infrastruktur pemerintah empat tahun terakhir.

[Baca juga: Setelah ‘Sontoloyo’ untuk Politisi, Muncul Cap ‘Kampungan’ Buat Advokat]

Dia berharap pengambilan keputusan bukan hanya karena faktor politis, melainkan latar belakang keadilan sosial. Menurut Basuki, wacana seperti itu bisa juga diberlakukan sebaliknya. Sebagai contoh, jalan atau jembatan di Papua akan dibuat menjadi ada tarifnya alias seperti jalan tol. Kemungkinan besar banyak orang yang tidak setuju dengan kebijakan ini.

Basuki Hadimuljono (Istimewa/ceknricek.com)


Konsesi Tol Selesai dalam Waktu Dekat

Cawapres Sandiaga berpandangan jalan tol yang sudah lama beroperasi sepantasnya digratiskan. Misalnya yang sudah berusia di atas 30 tahun. Namun, selanya, tentu harus mengikuti skema aturan yang berlaku.

“Untuk tol-tol yang baru memang harus dikenakan tarif. Untuk yang sudah balik modal 30 tahun, sesuai dengan bisnis return-nya atau keuntungannya sudah didapat tentu layak digratiskan,” kata Sandiaga saat berkunjung ke Kantor Soneta Records, Minggu (28/10/2018).

Merujuk data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hanya ada dua ruas tol yang akan berakhir masa konsesinya dalam waktu dekat.

[Baca juga: Seremonial Peresmian Gratis Tol Jembatan Suramadu Jadi Ajang Kampanye]

Keduanya yaitu Tol Cawang-Tanjung Priok-Jembatan Tiga Pluit (Wiyoto Wiyono) yang dioperasikan PT Citra Marga Nushaphala Persada Tbk. Tol sepanjang 27,05 kilometer ini akan berakhir konsesinya pada 2025 setelah mulai beroperasi pada 1989.

Kemudian, Tol Pondok Aren-Serpong sepanjang 7,25 kilometer yang dikelola PT Bintaro Serpong Damai. Setelah beroperasi pada 1999, konsesi tol ini berakhir pada 2028.

Tol pertama yang dimiliki Indonesia yaitu Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk. baru akan berakhir masa konsesinya pada 2044. Hal ini disebabkan adanya perubahan status Jasa Marga sebagai badan usaha pada 2005, sehingga menyebabkan masa konsesinya bertambah.

Sementara, mayoritas tol lain akan berakhir masa konsesinya setelah tahun 2040, seperti Tol Bali Mandara, Tol Semarang ABC, Tol Jakarta-Tangerang, dan Tol Jakarta-Cikampek. []ALY/LMC/RE


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here