Konferensi Relawan PADI Jawa Barat Hadirkan Rocky Gerung

Backdrop diskusi publik Konfederasi Relawan PADI Jabar (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

BANDUNG, PemiluUpdate.com – Organisasi Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Konfederasi Relawan Partisipasi Mandiri (KR PADI) Jawa Barat (Jabar) berencana menggelar konferensi bertema “Menuju Indonesia Adil Makmur” di Hotel Bumi Kitri, Kota Bandung, Sabtu malam, 20 Oktober 2018.

Salah satu agenda konferensi yakni dialog publik yang menghadirkan narasumber pakar filsafat Rocky Gerung dan ekonom yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah.

“Kami berharap Pak Rocky Gerung berbicara banyak seputar pentingnya penguatan partisipasi kelompok civil society, yang belakangan ini dilemahkan. Kami butuh pemikiran beliau karena Konfederasi Relawan PADI Jabar berisi organisasi kemasyarakatan berupa paguyuban atau komunitas berbagai latar belakang,” papar Pimpinan KR PADI Jabar Jenni Retno kepada PemiluUpdate.com di Kota Bandung, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Ditambahkan, Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur BI periode 2003-2008, diharapkan berbicara seputar kondisi mutakhir perekonomian Indonesia dan global, serta kalkulasi ke depan. Menurut Retno, paparan Burhanuddin dibutuhkan para tokoh kelompok masyarakat sipil guna berperan lebih aktif dalam membangun kemandirian ekonomi warga lapis bawah.

[Baca juga: Angka Partisipasi Pemilih Jabar Meningkat 72 Persen]

“Kita tahu ketimpangan ekonomi masih terlihat di mana-mana. Pemerintah menggembar-gemborkan pembangunan infrastruktur jalan tol, pada batasan tertentu hal ini patut disambut. Persoalannya, apakah masyarakat kebanyakan segera menikmati manfaat ekonominya? Belum lagi kita bicara mengenai aspek pembiayaannya,” ulas Retno, juga Calon Legislator (Caleg) DPRD Jabar di Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar II dari Partai Gerindra.


Pemenangan Prabowo-Sandiaga

Menjelaskan tentang KR PADI, Retno mengatakan kumpulan organisasi masyarakat sipil ini diarahkan untuk mewujudkan solusi nyata kehidupan masyarakat level bawah. Penguatan kelembagaan komunitas secara mandiri diyakini sebagai pendekatan terbaik guna menghadirkan solusi persoalan grass root sehari-hari.

“Kami menggabungkan pendekatan berbasis lokal dan sosial dengan isu pembangunan nasional. Persoalan ekonomi-sosial masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai Citarum, misalnya, berbeda dengan warga di Kota Bandung. Bagaimana kondisinya di lapangan, teman-teman komunitas, paguyuban, atau padepokan yang paling tahu,” tandas Retno, yang mantan bankir ini.

Ditanya elemen yang telah bergabung dalam KR PADI, Retno mengungkapkan jumlah kelompok masyarakat sipil dimaksud telah mencapai ratusan. Dia merinci: komunitas otomotif 62, milenial 113, perguruan bela diri 63, UMKM dan koperasi 146, sosial-keagamaan 216, pegiat media sosial 115, perempuan 36, dan komunitas buruh 19. Konfederasi ini memiliki perwakilan di seluruh kabapaten/kota se-Jabar.

[Baca juga: Putra Cawapres Didapuk Jadi Penasihat Relawan ‘Kita Santri Kiai Ma’ruf’]

Pada kesempatan yang sama, Retno tidak menampik bahwa pembentukan KR PADI berkaitan dengan dukungan pada Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Kehadiran konfederasi disambut positif Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Calon (Paslon) Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno.

“Konfederasi Relawan PADI Jabar itu ibaratnya unsur penguat pemenangan Prabowo-Sandiaga. Teman-teman tokoh komunitas, paguyuban, dan pedepokan bergabung sebab mereka melihat civil society kurang dianggap oleh pemerintahan sekarang,” tegas Retno lagi.

Menurutnya, pemikiran dan kiprah Prabowo dan Sandiaga selama ini menunjukkan keberpihakan kepada kelompok masyarakat sipil level bawah. Keduanya, kata Retno, memiliki komitmen kuat pada kemandirian rakyat dan bangsa. []BIH/RE


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here