Fadli Zon Siap Diperiksa Sepanjang Kepolisian Adil dan Netral

Fadli Zon (Istimewa/twitter.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan dirinya sangat siap diperiksa kepolisian dalam kasus kebohongan aktivis demokrasi Ratna Sarumpaet.

Ratna adalan mantan Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto-Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno. Ia dikeluarkan dari tim sukses (sukses) pasca pengakuan dirinya berbohong telah dianiaya sekelompok orang.

Ratna kini telah ditahan sebagai tersangka di sel Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Tak sendiri, beberapa elit kubu Prabowo-Sandiaga terseret karena menyebarkan cerita karangan Ratna. Salah satu di antaranya Fadli Zon, yang juga Wakil Ketua DPR.

Meskipun menegaskan kesiapannya berurusan dengan kepolisian, Fadli dini menyatakan sepatutnya aparat korps baju coklat menempatkan kasus ini secara benar. Kepolisian seharusnya netral.

Menurut Fadli, kepolisian sejauh ini belum netral. Kepolisian terlalu reaktif terhadap kasus Ratna karena menguntungkan pihak penguasa. Sementara sejumlah laporan pihak oposisi atas berbagai kasus lambat direspon, bahkan belum sama sekali.

[Baca juga: Bio Data Capres dan Cawapres RI 2019]

“Yang sekarang ini belum apa-apa, kok, tiba-tiba langsung Pak Amien (Rais) mau dipanggil. Apa urusannya, gitu. Selidiki dulu yang benar kemudian juga kasus-kasus yang lain diselidiki. Laporan-laporan saya, kok, kenapa tidak dilakukan apa-apa,” papar Fadli kepada pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

Kepolisian, Fadli mengingatkan adalah milik semua pihak. Karenanya ia meminta seluruh jajaran aparat hukum ini bekerja secara adil.

“Kenapa laporan kami tidak ditindaklanjuti. Kemudian ada laporan orang lain begitu mudah ditindaklanjuti. Ada apa ini?” tandas Fadli.


Konspirasi Untungkan Siapa?

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon pada kesempatan yang sama membantah kasus kebohongan Ratna Sarumpaet sebagai bentuk konspirasi yang dilakukan kubunya.

“Yang dirugikan adalah pihak kami. Kami yang dirugikan, kok,” sebutnya,

Berbicara teori konspirasi, lanjut Fadli, justru kubu kontestan nomor 2 pada Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019 yang ditugikan oleh blunder Ratna. Meski demikian, Fadli tak hendak menyebut pihak siapa yang diuntungkan.

“Kalau kita mau melihat sebuah teori konspirasi, kita lihat siapa yang paling dirugikan. Ada yang dirugikan berarti ada pihak lain yang diuntungkan,” tegasnya.

Budiman Sudjatmiko (Istimewa/youtube.com)


Kehebohan yang Diciptakan

Terpisah, Budiman Sudjatmiko, juru kampanye Capres Joko Widodo (Jokowi)-Cawapres Maruf Amin menduga ada keterlibatan peran konsultan politik Cambridge Analytica dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. Kasus ini bukan sebuah kekeliruan tetapi suatu kehebohan yang diciptakan.

[Baca juga: 13 Warga Rusia Didakwa Campur Tangan Pilpres AS]

“Kampanye politik yang terjadi akhir-akhir ini merupakan jiplakan atau pengulangan cara-cara kampanye politik yang dilakukan di Amerika Serikat pada saat Pilpres Donald Trump, Brexit, dan juga di negara lain, di Kenya, dan segala macam,” papar Budiman di Rumah Cemara, Jakarta, markas Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf –kontestan nomor urut 1.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu meyakini Ratna bukan pelaku tunggal. Budiman mengatakan dirinya tidak yakin Capres Prabowo dan para pihak di sekitarnya merupakan korban kebohongan Ratna.

“Itu sudah dipetakan bahwa ada bagian otak kita yang namanya Amigdala yaitu tepat rasa jijik dan takut pada yang berbeda itu dieksploitasi. Kemudian manusia tidak diberi kesempatan untuk berpikir jernih, untuk waras,” papar Budiman lagi.

Terkait dengan eksploitasi emosional itu, Budiman menilai ditujukan kepada pemerintahan sekarang. Lewat kebohongan Ratna, masyarakat hendak dikondisikan merasa terancam dengan Presiden Jokowi, yang sekaligus capres. []RUT/HDN/RE


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here