RENNY ASTUTI; Momentum Membela Kaum Miskin

Renny Astuti, caleg DPR Dapil Sumsel 1, pada Pileg 2019 (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

PemiluUpdate.com – Penduduk miskin yang tak kunjung berkurang mengetuk nurani Renny Astuti. Hendak berbuat lebih, praktisi hukum yang kerap bersinggungan dengan warga marginal ini lalu menjatuhkan alur berjuangnya.

Renny memutuskan terjun ke arena politik. Ia berkesimpulan melalui jalur politik, nasib warga miskin dapat diubah masif. Renny akhirnya terjun ke politik. Ia lalu berjuang menjadi calon legislator (caleg) DPR melalui Partai Gerindra.

Sebagai notaris dan bersuami pejabat di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ia mempu memenuhi kebutuhan keluarganya lebih dari cukup. Ia mensyukurinya.

Soal yang mengganggunya adalah kesenjangan antara si kaya dan si miskin di depan matanya, termasuk di kampung halamannya: Sumatera Selatan (Sumsel). Kini, ia tak sabar mengejawantahkan kepedulian dan empatinya terhadap saudara-saudara sedaerahnya.

[Baca juga: Rincian Jumlah Kursi Daerah Pemilihan Pemilu Legislatif 2019]

Gayung bersambut, Gerindra mempercayakan ibu lima anak ini sebagai caleg DPR 2019 nomor urut 6 Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel 1, meliputi Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Kota Palembang, dan Kota Lubuklinggau.

“Lihatlah di pesisir atau pinggiran di dusun-dusun Sumsel. Saya prihatin melihat hasil tani dan perkebunan mereka; sawit, karet, dan lainnya. Ternyata harganya murah,” papar perempuan kelahiran Kota Pagar Alam, Sumsel.

Dikatakan, nilai hasil panen petani itu nyaris tak mampu menutupi kebutuhan dasar keluarga. “Banyak anak petani mengalami gizi buruk. Inilah yang mendasari saya harus maju dan duduk menjadi anggota DPR RI,” tandas Renny, miris.


Aktivis Mahasiswa

Sikap tegas dan ringan tangan membantu ini bukanlah hal baru bagi Renny. Sejak di bangku kuliah, jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini, ia peduli pada persoalan masyarakat miskin. Sebagai mahasiswa, ia bersuara lantang membela kepentingan penduduk level bawah.

[Baca juga: BPK Soroti Peraturan Menteri yang Miskinkan Nelayan]

Renny termasuk aktivis era 90-an yang rela menghabiskan waktunya sepenuh hati memperjuangkan kaum miskin ke Jakarta. Hal ini dilakukan untuk menuntut keadilan hak ganti rugi tanah yang nilainya tidak layak.

“Saya saat kuliah dulu aktif berorganisasi. Saya dikenal sebagai inisiator protes atas berbagai kebijakaan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat miskin,” tegas Renny, meyakinkan.

Terkait profesi notaris yang telah ditekuni selama 20 tahun, dimanfaatkan pula untuk masyarakat kebanyakan. Renny menggratiskan jasanya bagi warga miskin.

“Tidak tega menerima uang jasa dari orang yang tidak mampu. Bagi saya ada kenikmatan tersendiri ketika kita bisa membantu masyarakat miskin,” ungkap Renny.


Aspirasi Kaum Papa

Kini, sosok perempuan 47 tahun ini merasa sudah waktunya membantu masyarakat miskin dalam kapasitas yang lebih besar. Jika warga Sumsel menghendakinya duduk di Senayan sebagai wakil rakyat, Renny berkomitmen mewakili aspirasi kaum papa –khususnya perempuan.

[Baca juga: Peluang Petani Sawit, Pangsa Ekspor Butuh Pasokan Limbah Lidi]

Nggak usah muluk-muluk. Saat ini yang masyarakat butuhkan adalah untuk makan, perbaikan gizi anak-anaknya, dan kebijakan ekonomi yang berpihak ke rakyat kecil,” tegas Renny.

Pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, pencalonan Renny kali pertama. Padahal ia telah menjadi kader partai politik (parpol) yang dibesut Prabowo Subianto sejak berdiri. Kini Renny merasa memperoleh momentum guna berjuang bagi warga miskin. []Subhan Hardi


[Email REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here