Gerindra dan PKS Belum Sepakat Soal Pengganti Sandiaga Uno

Politikus Ahmad Syaikhu (PKS) dan M. Taufik (Gerindra) (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Pengganti Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta masih teka-teki. Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai pengusung Anies Baswedan-Sandi, belum bersepakat.

Kedua partai politik (parpol) itu menghendaki wakil masing-masing. Sandi memang sebagai kader pada Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Namun saat itu Sandi yang dikawinkan dengan politikus PKS Mardali Ali Sera berubah.

Mardali diganti oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, tokoh nonparpol. Pada Pilgub 2017, PKS seolah “berkorban” atau “mengalah” kepada Gerindra.

Kini, ketika kursi wagub DKI Jakarta ditinggal Sandi karena menjadi calon wakil presiden (cawapres) harus diisi, PKS berharap sekutunya, Gerindra, mengikhlaskan posisi dimaksud. Saatnya partai garuda “mengalah”.

Anggota Majelis Syuro DPP PKS Triwisaksana mengungkapkan partainya telah mengajukan dua nama kandidat Wagub DKI Jakarta. Dengan demikian, Gerindra tak perlu juga menyodorkan jagoannya.

“Kami nggak ingin ada semacam pertarungan. Kami ini, kan, lagi butuh soliditas, kekompakan. Ada pertarungan artinya, kan, ada menang dan kalah ketika sampai voting di paripurna DPRD,” papar Sani, sapaan Triwisaksana, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, 20 September 2018.

Soliditas dan kekompakan yang dimaksud Sani tiada lain agenda Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

“Nanti kalau ada pertarungan seperti itu, siapapun yang menang, kan, akan ada yang merasa kalah. Kalau merasa kalah, takut ada efeknya ke pilpres,” tutur Sani.

Calon pengganti Sandi yang didorkan PKS: Ahmad Syaikhu, mantan Wakil Wali Kota Bekasi, dan Agung Yulianto, fungsionaris DPW PKS DKI Jakarta.


Aturan

Partai pengusung mengajukan dua nama kandidat melalui surat resmi atau formulir khusus. Berkasnya ditandatangani ketua parpol tingkat DKI Jakarta. Dengan demikian, kedua belah pihak harus bersepakat sebelumnya.

Apakah Gerindra menerima proposal PKS bahwa dua calon yang diajukan seluruhnya kader partai padi dan bulan sabit itu. Artinya, kursi orang kedua di ibu kota negara dipastikan milik PKS.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik, yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, sebaliknya. Menyebutkan tuntutan segenap kader, Gerindra pantas juga mengajukan calon pengganti Sandi. Perluangnya terbuka.

“Rasanya, sih, ada jalannya. Cuma memang nggak bisa sekali pertemuan,” tuturnya.


PDIP ke Calon Gerindra?

Sumber PemiluUpdate.com menyebutkan parpol pendukung penguasa di DPRD DKI Jakarta cenderung mendorong M. Taufik ikut kontestasi pergantian Wagub. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) disebut-sebut dipastikan memilih Taufik jika Gerindra mengajukannya, melawan calon PKS, saat voting di paripurna.

Jumlah kursi DPRD DKI Jakarta sebanyak 106 kursi. Kursi terbanyak dikuasai PDIP yakni 28 kursi. Disusul berurutan Gerindra 15 kursi, PKS 11, Demokrat, PPP dan Hanura masing-masing 10, Golkar 9, PKB 6, Nasdem 5, dan PAN 2 kursi. []RMK/HDN/RE


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here