Gaji ASN Naik Bernuansa Pencitraan Jokowi Hadapi Pilpres 2019

Ilustrasi: Pemimpin di hadapan massa (Istimewa/reportasenusantara.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Forum Indonesia untuk Transparansi (Fitra) menilai kebijakan pemerintah menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) bernuansa pencitraan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), menghadapi ajang Pemilihan Umum Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Deputi Sekretaris Nasional Fitra Misbah Hasan menegaskan kenaikan belanja ASN di akhir periode Pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla (JK) kental sebagai upaya pencitraan dalam tahun politik.

“Pada tahun 2019 ada kenaikan belanja pegawai atau gaji pegawai sebesar lima persen. Kalau melihat RAPBN 2019, anggaran belanja pegawai ditetapkan mencapai Rp368,6 triliun atau naik sekitar Rp 26,1 triliun dibanding tahun 2018,” ungkap Misbah pada diskusi Menakar Politik Anggaran RAPBN 2019 di Jakarta, Minggu, 19 Agustus 2018.

Ditambahkan, belanja pegawai rata-rata mencapai 24 persen pada era Jokowi-JK. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

“Meskipun setiap tahun SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menaikkan belanja pegawai tetapi persentase total belanja negara hanya 17 persen di periode pertama dan 20 persen pada periode kedua,” ujar Misbah lagi.


Staf Khusus Membantah

Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika membantah penilaian kenaikan gaji ASN pada Rancangan APBN 2019 sebagai pencitraan menghadapi Pemilu 2019. Alasannya, menurut Erani, tahun demi tahun memang belanja pegawai mengalami peningkatan.

“Jadi tidak benar bahwa peningkatan belanja pegawai itu hanya terjadi pada tahun politik saja. Kalau pemerintah memikirkan citranya maka pertumbuhan belanja negara bisa dinaikan lebih 10 persen karena pertumbuhan APBN itu 10 persen. Kita tidak bisa mengatakan pencitraan kalau kemudian belanja pegawai itu hanya separuh pertumbuhan,” tandas Erani. []HDN/RE


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here