Kalah Pilkada, Ratusan Kader Tuntut Ketua DPC PDIP Jombang Mundur

Ilustrasi: Simpatisan PDIP (Istimewa/intim.news)

JOMBANG, PemiluUpdate.com – Ratusan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berunjuk rasa di markas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jombang di Jalan Brigjen Katamso, Selasa, 31 Juli 2018. Pendemo mendesak Ketua DPC PDIP Jombang Marsaid mengundurkan diri.

Sebagian besar pengunjuk rasa mengenakan kaos bertuliskan #2020GantiKetuaDPC. Mereka ke kantor DPC mengendarai sepeda motor. Aspirasi pendemo disuarakan melalui orasi memakai pengeras suara di atas mobil bak terbuka.

Di depan sekretariat DPD PDI Jombang, beberapa orang berorasi secara bergantian.

“Kami mendesak agar Ketua DPC PDIP Jombang mundur segera. Selama ini pengelolaan partai tidak transparan,” teriak Kasiyanto, ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Bareng, yang bertindak sebagai koordinator lapangan aksi.

Kasyanto mengatakan permintaan mundur Ketua DPC PDIP Jombang itu bukan tanpa alasan berdasar. Marsaid dinilai gagal memimpin partai. Hal ini terbukti dengan kalahnya PDIP dalam Pemilihan Bupati-Wakil Bupati (Pilbup) Jombang dan Pemiligan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

“Selama ini DPC tidak pernah melakukan koordinasi dengan PAC. Pasangan calon yang diusung PDIP dalam Pilbup Jombang kalah. Calon gubernur Jatim yang diusung PDIP juga kalah di Jombang,” ujar Kasyanto dalam orasinya.

Diungkapkan, peserta demo merupakan pengurus PAC se-Kabupaten Jombang.

Marsaid Melawan

Demonstrasi kader PDIP ini mendapat pengawalan ketat polisi. Tak lama berorasi, Ketua DPC Marsaid menemui pengunjuk rasa.

Dalam dialog, Marsaid menegaskan dirinya tidak akan menanggalkan jabatannya. Mantan anggota DPRD Jombang ini juga membantah semua tudingan yang dialamatkan ke dirinya.

Soal tudingan tidak transparannya anggaran, menurut Marsaid, pihaknya membuat laporan rutin harian hingga tahunan. Sedangkan, soal kekalahan dalam pilkada, lanjutnya, tidak bisa menyalahkan satu pihak. Kemenangan atau kekalahan partai dalam pilkada ditentukan figur kandidat.

“Pergantian ketua itu wilayah DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Mekanismenya lewat konfercab,” kata Marsaid lagi.

Marsaid justru menuding demo kader ini berlatar belakang politis. Hal itu terlihat dari hastag yang dipakai yakni #2020GantiKetuaDpc. Hastag tersebut, menurut Marsaid, mirip dengan partai sebelah yaitu #2019GantiPresiden. []DRE/RE


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here