‘Asyik’ Kalah, Mulyadi: Tanggung Jawab Komandan

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

BANDUNG, PemiluUpdate.com – Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat (Jabar) Mulyadi menyapa seluruh elemen pemenangan Pilkada 2018, menyusul pengumuman resmi hasil perolehan suara empat pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar 2018-2023 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar terpilih yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) yang diusung Partai Nasdem. Sedangkan duet Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang diusung Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menempati posisi kedua.

Atas hasil yang tidak sesuai harapan, Mulyadi menyampaikan permohonan maafnya. Hal ini ditujukan kepada segenap tokoh agama dan pemuka masyarakat Jabar. Begitu pula kepada jajaran DPP dan DPD, serta seluruh relawan-simpatisan pasangan Asyik.

“Mohon maaf jika banyak hal yang tidak berkenan,” kata Mulyadi melalui keterangan tertulisnya yang diterima PemiluUpdate.com di Kota Bandung, Selasa, 10 Juli 2018.

Mulyadi pun mengutip pesan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa tidak ada anak buah yang salah melainkan komandanlah yang bertanggung jawab atas seluruh kerja organisasi.

“Untuk hal itu sudah selayaknya sebagai pimpinan DPD Gerindra di Jawa Barat, saya mengambil tanggung jawab (kekalahan Asyik) itu,” tandas Mulyadi.


Penyebab Kekalahan

Catatan PemiluUpdate.com, kekalahan koalisi Gerindra pada Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 disebabkan kekurangtepatan pemilihan pasangan kandidat. Awalnya koalisi menggodok duet Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

Belakangan posisi Deddy Mizwar yang wakil gubernur Jabar diganti Sudrajat, purnawirawan TNI yang kurang populer.

Sementara Deddy Mizwar alias Nagabonar alias Demiz maju berpasangan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi –duet D2 Partai politik (parpol) utamanya yakni Demokrat dan Golkar.

Suara umat Islam, khususnya, dalam analisis beberapa pengamat politik terpecah. Sebagian ke pasangan Asyik dan D2. Hal ini menguntungkan kontestan lain, khususnya duet Rindu.

Meski demikian, pasangan Asyik mampu mendulang suara di peringkat dua. Tak berbeda jauh dengan pemenang Pilgub Jabar. Padahal dalam survei-survei pasangan Asyik tidak diunggulkan. Sedangkan duet D2 menempati posisi ketiga perolehan suara.

Soal lain yakni tak majunya Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi. Unsur jaringan DPD Gerindra Jabar sendiri merekomendasi Mulyadi diusung sebagai calon gubernur atau wakil gubernur. Dia dinilai sosok muda yang mumpuni. DPP Gerindra, tepatnya Ketua Umum Prabowo, lebih memilih Sudrajat. []BIH/RE


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here