Pilkada Aman bila Paslon dan Pendukung Terima Apapun Hasilnya

Warga Kampung Grogol, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, pergunakan hak pilih pada Pilkada 2018 (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Rabu, 27 Juni 2018, digelar di 171 daerah di Indonesia. Masyarakat dan pemerintah berharap perta demokrasi ini berlangsung aman dan damai demi terwujudnya demokrasi berkualitas. Namun gesekan antarkelompok pendukung pasca pencoblosan perlu diantisipasi.

Untuk itu, Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe meminta semua pasangan calon (paslon) kontestan pilkada dan para pendukung masing-masing menahan diri. Mereka selaiknya menerima lapang dada apapun hasil perhitungan suara.

“Publik tentu berharap pilkada serentak berjalan damai dan aman. Perlu antisipasi gesekan pasca perhitungan suara. Paslon dan tim sukses, serta pendukung harus mampu menahan diri dan harus lapang dada menerima hasil pilkada,” kata Maksimus kepada PemiluUpdate.com di Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018.

Potensi gesekan yang bakal mengganggu keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, menurut Maksimus, karena ketidakpuasan atas hasil perhitungan suara. Wajar saja semua kontestan dan barisan pendukungnya mengharapkan memenangi pesta demokrasi.

“Bisa terjadi gesekan, potensi-potensi seperti itu ada sebab semua paslon dan pendukungnya tak mau kalah,” ujar Maksimus.

[Baca juga: SURVEI: Siapa Presiden RI 2019-2024?]

Dosen Universitas Mercu Buana Jakarta itu menambahkan pilkada bertujuan memilih calon pemimpin dan sekaligus sarana memperkuat kedewasaan politik dalam berdemokrasi. Untuk itu semua pihak harus sportif dan menghormati hasil pilkada demi kebaikan bangsa dan negara. []RMK/RE


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here