PKS Kukuh Tawarkan Duet Capres-Cawapres Anies Bawedan-Ahmad Heryawan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan) (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com/moneyinsight.id)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid kembali mendorong wacana duet Anies Baswedan-Ahmad Heryawan sebagai bakal calon presiden (capres)-wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2019.

Pasangan itu berawal dari pemosisian Anies, gubernur DKI Jakarta, sebagai cawapres Prabowo Subianto. Belakangan PKS berpendangan duet Anies dengan mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang kerap disapa Aher itu lebih pas. Aher adalah politikus senior PKS yang dinilai sukses memimpin Jabar.

“Kader PKS berpendapat bahwa memperjuangkan Pak Anies menjadi gubernur, kan, bukan perjuangan main-main. Daripada beliau cawapres, ya, dicapreskan saja. Capres Anies, cawapresnya Aher,” ulas Hidayat kepada pers di Jakarta, Senin, 25 Juni 2018.

Kembali memunculkan formasi Anies-Aher, Hidayat buru-buru menyatakan duet itu sama sekali bentuk konfrontasi terhadap gagasan pasangan Prabowo-Anies.

Ditambahkan, munculnya ide duet Anies-Aher semata-mata sebagai dinamika politik biasa. PKS, menurut Hidayat, akan membahas tuntas wacana mengusung pasangan Anies-Aher usai perhelatan Pilkada 2018.

Tidak mudah mewujudkan formasi Anies-Aher. PKS harus terkendala besaran presidential threshold atau ambang batas pengusungan kandidat capres-cawapres yakni 20% kursi di DPR atau 25% suara sah nasional pada Pemilu 2014. Pada pemilu lalu, PKS hanya memiliki 7,1% kursi di DPR dan 6,79% suara nasional.

Kerikil lain yang menghadang berupa persekutuan PKS dengan Partai Gerindra. Belum lagi mencukup limit ambang batas jika keduanya berkoalisi (cuma 13% kursi di DPR), Gerindra sejauh ini masih kukuh mengusung kader sendiri yakni Ketua Umum Prabowo Subianto. Duet Anies-Aher berarti tanpa kader Gerindra, padahal kursi/suara partai berlambang Garuda ini lebih banyak dibanding PKS.

[Baca juga: Bukan Gatot dan TGB, Aktivis Muda Mulai Gaungkan ‘Aher for President’]

Jika Gerindra bertahan dengan capres Prabowo, maka PKS harus merayu partai lain untuk berkoalisi. Sejauh ini setidaknya hanya Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang berpeluang dirangkul.

PDI Perjuangan (PDIP), Golkar, Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Hati Nurani Rakyat (Hanura) dipastikan mengusung capres petahani Joko Widodo alias Jokowi.

Di DPR, PKB memiliki 8,4% kursi dan 9,04% suara, PAN 8,6% dan 7,59% suara, Demokrat 10,9% dan 10,19 suara. Jika ketiga partai ini bergabung, maka cukup bagi Anies-Aher melenggang ke panggung Pemilu Capres-Cawapres (Pilpres) 2019.

Masalah, bukankah ketiga partai politik (parpol) dimaksud sejauh ini memiliki sosol lain yang diusung sebagai capres dan cawapres? Tidak mudah memang bagi Anies-Aher namun bukan mustahil, tentu. []ALY/RE


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here