#Ngopi 5: Melupakan Tujuan Pemilu

Hak pilih pasien rumah sakit terakomodasi berkat TPS dan petugas khusus yang disiapkan jauh-jauh hari (Istimewa/sindonews.com)

PemiluUpdate.com – Bercanda perlu, bukan? Membicarakan pemilu tidak berdasar teori pakar ilmu politik. Tidak pula merujuk praktik elit politik. Mengikuti pemikiran dan penjelasan akademisi dan politikus kerap membuat dahi berkerut.

Apa, sih, tujuan pemilu? Amit-amit, jangan sampai tak sadar bahwa kita telah lupa tujuan pemilu sebenarnya. Padahal, Indonesia telah menggelar sekian kali pesta demokrasi ini, sejak Pemilu 1955.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kali ini kita bertanya kepada siswa SLTP yang sedang belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Jawabannya:
– Melaksanakan kedaulatan rakyat
– Mewujudkan hak asasi politik rakyat
– Memilih wakil rakyat di DPR, DPD dan DPRD
– Memilih Presiden dan Wakil Presiden
– Melaksanakan pergantian personal pemerintahan secara damai, aman, dan tertib (secara konstitusional)
– Mewujudkan kesejahteraan rakyat

Muara tujuan pemilu jelas pada poin terakhir. Percuma pemilu yang menelan demikian besar dana rakyat bila tak berujung pada peningkatan kesejahteraan.

Pemilu 2019 itu membutuhkan anggaran hingga sekitar Rp17 triliun. Bayangkan dana itu dipakai untuk membangun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Jika satu puskesmas membutuhkan Rp3 miliar, maka kita memperoleh 5,666 unit tempat warga kelas bawah berobat.

Bagaimana agar pemilu benar-benar menghadirkan kesejahteraan masyarakat? Sesungguhnya hal ini ditentukan sepenuhnya oleh pemilik kedaulatan, yakni para pemilih. Serius, kitalah yang menentukan apakah pemilu sesuai tujuan dasarnya atau tidak.

Caranya? Jangan salah pilih. Jangan keliru mencoblos. Terlebih lagi, jangan menjadi golongan putih (golput) alias tidak memanfaatkan hak suara/memilih.

Pada hari pencoblosan, di dalam bilik suara Tempat Pemungutan Suara (TPS), pilihlah sosok calon presiden-wakil presiden yang menurut mata batin Anda mampu menghadirkan kesejahteraan. Cobloslah calon gubernur-wakil gubernur, calon wali kota-wakil wali kota, dan calon bupati-wakil bupati yang tepat.

Juga pilihlah calon anggota legislatif yang Anda yakini akan sepenuhnya memperjuangkan perwujudan kesejahteraan dimaksud.

Demikian sederhana sesungguhnya membicarakan pemilu tetapi di sinilah cita-cita kehidupan berbangsa digantung.

Jangan pernah berharap biaya pendidikan terjangkau, harga beras murah, lapangan kerja tersedia, kehidupan kemasyarakat tenteram-damai, dan seterusnya jika kita keliru memanfaatkan hak pilih alias salah pilih. []


Tukang #Ngopi: Ridwan Ewako


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here