Golkar Dukung KPU Larang Mantan Koruptor Maju dalam Pileg

Ketua Majelis Etik Partai Golkar, Mohammad Hatta (tengah) (Istimewa/merdeka.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Majelis etik Partai Golkar menyatakan dukungannya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bakal mengeluarkan aturan larangan mantan narapidana korupsi untuk maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2019 mendatang.

Ketua Majelis Etik Partai Golkar, Mohammad Hatta mengatakan dukungan itu dilakukan karena sudah sejalan dengan tagline yang dicetuskan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, yakni “Golkar Bersih”.

“Ketentuan itu sejalan dengan apa yang menjadi fokus Golkar saat ini melalui tagline ‘Golkar Bersih’, yang dicetuskan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto,” ujar Hatta seperti kutip Antara, Kamis 31 Mei 2018.

Dia menjelaskan melalui tagline “Golkar Bersih”, partai berlambang pohon beringin itu akan kembali mempertajam prinsip-prinsip Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela (PDLT) terhadap para kader. Artinya, seluruh calon legislatif Golkar harus memenuhi kriteria PDLT tersebut.

Majelis etik Partai Golkar, lanjut Hatta, juga telah merumuskan kode etik partai yang didalamnya mengatur antara lain batas masa jabatan anggota dewan dari Golkar maksimal empat periode dan ketentuan pemberian sanksi bagi kader yang terindikasi terlibat korupsi tanpa harus menunggu keputusan hukum tetap pengadilan.

Selain itu, upaya-upaya mengantisipasi munculnya dinasti politik di lingkup kepala daerah serta menyusun langkah-langkah untuk mencegah kader terjerat korupsi. Kode etik itu akan segera disahkan melalui rapat pleno DPP Partai Golkar dalam waktu dekat.

“Kami berharap calon anggota legislatif dari Partai Golkar muncul sebagai sosok yang paripurna baik dari segi karakter maupun mental. Sebab orang yang pernah menjalani hukuman apalagi dibui, pasti akan dipandang negatif oleh masyarakat,” tandasnya. []RMK/BDG


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here