Rizieq Jadi Capres, Pengamat: Hanya Manuver Agar Bebas Jeratan Hukum

Rizieq Shihab Diajukan Sebagai Capres oleh PA 212 (Istimewa/tribunnews.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Pengamat politik Populi Center, Usep S Ahyar menilai pencalonan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 hanya sebatas wacana belaka yang tak mungkin terwujud.

Hal itu dikatakan Usep merespon sikap Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang merekomendasikan nama Rizieq Shihab sebagai capres di tahun 2019 mendatang. Sikap itu diberikan usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PA 212 di Aula Sarbini, Taman Wiladatika, Cibubur, Jawa Barat, Selasa (29/5/2018) kemarin.

Usep menilai pencalonan ini hanya sebatas manuver untuk menaikkan posisi tawar politik di hadapan pemerintahan Joko Widodo agar jeratan hukum yang menimpa Rizieq bisa dihentikan.

“Harus dilihat lebih jauh, mereka ingin (Rizieq) bebas dari jeratan hukum. Kemudian membuat suatu manuver politik dengan mencalonkan sebagai calon presiden yang ingin membuat bargaining kepada pemerintah atau yang lain, ingin bebas dari jeratan itu,” kata Usep, kutip CNNIndonesia.com, Rabu 30 Mei 2018.

Menurutnya, potensi Rizieq menjadi calon presiden masih sangat jauh dari kenyataan. Sebab, popularitas yang dimiliki Rizieq saat ini belum cukup sebagai syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

[Baca juga: Gerindra Pastikan Tak Akan Suarakan Rizieq Sebagai Capres 2019]

Sebagai acuan, kata dia, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Populi Center pada Februari lalu menunjukan bahwa nama Rizieq tak muncul sebagai kandidat capres maupun sebagai cawapres.

Tak hanya itu, Lembaga Survei Median merilis survei psda 22 Februari lalu yang menunjukan bahwa nama Rizieq Shihab hanya memiliki elektabilitas diangka 0.3 persen.

Usep menilai masyarakat Indonesia banyak yang enggan memilih Rizieq karena rekam jejaknya yang memiliki kasus hukum yang belum ia tuntaskan di kepolisian.

“Sisi elektabilitas juga dia enggak naik-naik, bahkan dia menurun terus. Masyarakat kan melihat jeratan hukum dia belum selesai. Itu kan yang menyebabkan tak laku,” kata dia.

Atas dasar itu, Usep pesimistis elektabilitas Rizieq melesat pada 2019 mendatang. Ia menilai pengajuan nama Rizieq sebagai bakal capres atau cawapres diprediksi berakhir gagal total. Bahkan, dia menilai pencalonannya hanya bertahan dalam tahap tataran wacana.

“Buat bakal pencalonan aja gagal, gimana jadi calon presidennya? Ya agak berat, jangankan pencalonan atau jadi presiden, belum di calonkan cuma wacana juga udah gagal, kasusnya aja belum selesai, itu mereka lebih menawar kasus,” kata Usep. []ALY/BDG


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here