Panwaslu dan KPUD Kota Depok Nilai KPU Jabar Tidak Becus

Konferensi pers KPU dan Panwaslu Kota Depok (Hira Tanjong/PemiluUpdate.com)

KOTA DEPOK, PemiluUpdate.com – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok Elias Ginting dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok M. Arif mengaku kecewa terhadap kinerja KPU Jawa Barat (Jabar).

Kedua petinggi lembaga yang berurusan dengan pelaksanaan pemilu di Kota Depok tersebut menilai KPU Jabar tak becus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Elias dan Arif mengemukakan sorotannya itu pada konferensi pers bersama di Kantor KPU Kota Depok, Jalan Kartini, Kota Depok, Senin, 28 Mei 2018.

Arif menegaskan sejak tahapan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 resmi mulai bergulir hingga kini, KPU provinsi belum memberikan penjelasan resmi soal detail teknis tahapan pilgub kepada KPU Kota Depok.

Penjelasan yang ditunggu, sebut Arif, misalnya tentang jumlah Alat Peraga Kampanye (APK), zonasi pasang APK, dan aturan seputar teknis pelaksanaan kampanye oleh keempat pasangan calon (paslon).

“Sampai sekarang kami masih menunggu KPU Jawa Barat terbuka dalam komunikasi dan koordinasi dengan kami di sini. Padahal kampanye sudah berlangsung lama,” ujar Arif, yang diamini Elias.

Ketua Panwaslu Kota Depok pada kesempatan yang sama mempersoalkan perbedaan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilgub Jabar 2018 dengan saat Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Depon 2016.

“Perlu kita kritisi, mengapa jumlah DPT sekarang ini menurun signifikan di pilgub ini dibandingkan pada pilwalkot lalu yang berjumlah 2 juta pemilih. Ada ratusan ribu kurangnya. Apakah sebanyak itu perpindahan penduduk Kota Depok,” tandas Elias.

[Baca juga: Tuah ‘Harga Diri’ Pilkada Jabar]

Meski demikian, KPU dan Panwaslu Kota Depok berusaha bekerja semaksimal mungkin. Elias juga mengungkapkan bahwa pihaknya menemuka sejumlah pelanggaran pilkada. Laporan kasus dimaksud segera dilimpahkan kepada Sentra Gakkumdu untuk diproses lebih lanjut.


Pemilih Jangan Khawatir

DPT di Kota Depok berisi 1.554.4700 pemilih. Komisioner KPU Kota Depok lalu menyatakan agar warga yang belum tercantum namanya pada DPT tidak khawatir. Hak pilihnya tidak akan hangus karena dapat menggunakan KTP pada hari H pilkada, tepatnya 27 Juni 2018.

Pemilih dapat membawa KTP, lanjut Arif, dan surat keterangan pengganti KTP ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai alamat domisilinya. Untuk kondisi ini dialokasi waktunya pukul 12.00-13.00 WIB. []Hira Tanjong/RE


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here