Aturan KPI Dipolitisasi, Deddy Mizwar Layangkan Somasi

Deddy Mizwar (kiri), surat edaran KPI (kanan) soal larangan Kepala Daerah kampanye di sinetron (Istimewa/PemiluUpdate.com)

BANDUNG, PemiluUpdate.com – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar menilai ada pihak yang menunggangi aturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait penayangan film sinetron di bulan Ramadhan tahun ini. Pihaknya pun akan menggugat KPI perihal larangan tersebut.

“Kita akan layangkan somasi untuk KPI, bahkan kalau tidak dicabut edaran tersebut maka kita akan tindak lanjut pada gugatan ke PTUN,” kata Demiz sapaan akrab Deddy Mizwar, Jumat 11 Mei 2018.

Seperti diketahui, KPI mengeluarkan surat edaran larangan bagi calon kepala daerah yang maju Pilkada 2018 agar tidak melakukan kampanye melalui seni drama, sinetron, maupun seni peran lainnya di layar televisi. Larangan tersebut dikeluarkan KPI dalam surat edaran Nomor 68 tahun 2018.

Demiz mengatakan nuansa politik dalam surat edaran itu sangat kental. Dirinya pun mengaku prihatin dengan iklim politik Pilgub Jawa Barat.

“Ini sangat memprihatinkan, larangan itu sangat tendensius, dan itu terkesan ada agenda setting dan di politisisasi, jangan-jangan ditunggangi nih,” kata Demiz.

Ia juga mengaku khawatir kebijakan larangan itu ditunggangi pihak-pihak tertentu yang ingin menyiasatinya di Pilgub Jabar. Apalagi ada informasi di luaran bahwa larangan yang dikeluarkan KPI itu di arahkan kepada dirinya.

“Ini sangat tendensius, dan informasinya, larangan itu ditujukan untuk menghantam saya. Kalau memang benar, tidak menutup kemungkinan itu dipesan pihak-pihak tertentu. Tapi untuk kepastiannya sedang kita telusuri,” jelas dia.

Demiz mengaku telah bertemu dengan KPU Pusat dan mengonfirmasikan masalah larangan itu. Dari hasil diskusi tersebut, diketahui bahwa larangan itu merupakan kesepakatan bersama, antara KPI, Bawaslu, KPU dan Dewan Pers. Namun dalam kesepakatan itu tidak disinggung masalah penayangan sinetron.

“Jadi larangan itu adalah penafsiran dari KPI, dan tidak menyentuh pada hal kesepakatan,” kata pemeran Nagabonar itu.

Seperti diketahui, Demiz dijadwalkan tampil dalam sebuah sinetron berjudul ‘Cuma Di Sini’ yang tayang pada bulan Ramdan nanti. Deddy menjamin tidak ada muatan politik dalam sinetron terbarunya tersebut.

“Sinetron religi ini kan memang rutin ditayangkan setiap tahun dan profesi saya memang aktor, bukan orang yang sengaja mencari popularitas melalui tayangan film. Bahkan di sinetron itu pun tidak ada hal-hal menyangkut kampanye politik, tapi justru di sana ada syiar islam dan edukasi bagi masyarakat,” pungkasnya. []BBI/BDG


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here