Esthon-Chris Pastikan Tak Akan Terapkan Praktik Jual Beli Jabatan di Birokrasi

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 1, Esthon Foenay (kiri) -Chris Rotok (kanan)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Esthon Foenay-Chris Rotok pastikan jika terpilih selama lima tahun kedepan, birokrasi yang akan dipimpinnya tak akan menerapkan praktik jual beli jabatan.

Pasangan nomor urut 1 itu menilai praktik jual beli jabatan adalah praktik tak beradab. Praktik itu hanya dilakukan oleh seorang pemimpin tanpa hati nurani.

“Itu dosa dan jujur tak pernah terlintas sedikitpun di benak pasangan Esthon-Chris,” kata Chris Rotok dalam sesi debat putaran dua di INews TV Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Mantan Bupati Manggarai di Flores dua periode itu menuturkan jual beli jabatan akan menciptakan birokrat yang instan tanpa paham secara utuh tugas dan fungsinya. Jika praktik itu dijalankan, kata dia, maka birokrasi tak siap melayani masyarakat menjadi sejahtera.

“Ya karena birokrasi dan jabatan yang terisi karena hasil jajanan aliaa jual beli bukan karena kemampuan,” tegasnya.

Dia menjelaskan pasangan Esthon-Chris telah memiliki batasan dan syarat sebagai bahan pertimbangan penempatan jabatan di birokrasi jika terpilih di lima tahun mendatang.

Ada tiga langkah dan tahapan yang dijadikan platform penempatan jabatan, yaitu berkaitan dengan latar belakang pendidikan calon pejabat, daftar urutan dan kepangkatan alias DUK serta syarat jabatan.

“Kalau ada yang memiliki pangkat golongan ruang IV C maka dia yang didahulukan bukan malah pilih yang IV a,” kata Chris.

Di kesempatan yang sama, Esthon menyebut telah mempersiapkan langkah kolaborasi program kerja dan pembangunan yang bersinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota. Dengan harapan, terciptanya layanan maksimal demi kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan.

Esthon menambahkan, pasangan Esthon-Chris menyatakan tekad dan komitmennya untuk melaksanakan kebijakan birokrasi dan pemberantasan korupsi sebagai instrumen pelaksanaan pembangunan.

“Itu tekad dan komitmen kami sehingga di kesempatan ini kami berharap masyarakat pemilih di NTT untuk menjatuhkan pilihan ke nomor urut 1 pasangan Esthon-Chris yang berdasi merah putih,” tandasnya. []RMK/BDG


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here