Paslon Asih Saenyana ‘Branding’ di Angkot, Panwaslu: Bukan Pelanggaran

Relawan Asih Saenyana memasang stiker sosialisasi pasangan calon wali kota-wakil wali kota di angkutan umum (Syarif Hidayat/PemiluUpdate.com)

KOTA BANJAR, PemiluUpdate.com – Relawan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih-Nana Suryana (Asih Saenyana) terus melakukan sosialisasi. Bentuknya tatap muka langsung dan dialog dengan berbagai elemen warga. Juga memasang atribut di sejumlah titik fasilitas publik.

Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang demokrasi. Fokusnya mengajak masyarakat menyukseskan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2018.

Upaya yang dilakukan Relawan Asih Saenyana berupa pemasangan stiker di 60 mobil angkutan umum. Stiker transparan juga bertuliskan paslon jagoannya. Cara ini sosialisasi masif mengenalkan dan mengajak pemilih menentukan pilihan.

Agil, pentolan Relawan Asih Saenyana, menerangkan bahwa kegiatan branding paslon nomor urut 1 Ade Uu Sukaesih-Nana Suryana dimaksud rangkaian suksesi menuju pemenangan kursi Banjar Satu. “Kita bertekad pasangan calon Asih Saenyana menang,” katanya.

Masa berlaku branding sampai masa tenang menjelang pencoblosan pada 27 Juni mendatang.

Terpisah, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kota banjar Irfan Saeful Rohman menjelaskan tidak ada larangan atau anjuran untuk pemasangan atribut paslon di kendaraan. Sejauh ini Panwaslu tidak menemukan regulasi yang mengatur tentang branding atribut tersebut.

“Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tidak diatur larangan atau anjuran tentang branding atribut di kendaraan.”

Alat Peraga Kampanye (APK) yang diatur PKPU berupa baliho, umbul-umbul, spanduk. Lokasi pemasanga diatur, juga jumlah dan ukurannya.

“APK dilarang keras dipasangkan di sarana pendidikan, ibadah, dan kesehatan. Selagi ada izin dari pemilik kendaraan maka dianggap sah saja karena tidak ada aturan yang mengatur itu,” paparnya.


UU Perhubungan

Bukan tanpa aturan, lanjut Irfan, pemasangan branding diatur dalam UU Perhubungan tentang Angkutan Umum.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjar Ide menerangkan selama branding paslon pilkada tidak menjadi masalah jika masih transparan. Jika material gambar ketebalan sehingga membahayakan pemakai jalan, maka Dinas Perhubungan akan menindak.

“Kedua pasangan calon memasang branding gambar di angkutan umum. Bagi kami belum menemukan masalah. Tapi untuk kedua paslon harus tetap mengatur ketebalan gambar yang telah diatur.”

Kontestan Pilkada Kota Banjar 2018 diikuti dua paslon: Ade Uu Sukaesih-Nana Suryana (nomor urut 1) dan Maman Suryaman-Irma D. Bastaman (2). ()Syarif Hidayat


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here