HANAFIE ZAIN, Pengabdian Tiada Henti

Hanafie Zain, mantan Sekretaris Daerah Pemkot Sukabumi, yang kini calon wakil wali kota Sukabumi pada Pilkada 2018 (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

PemiluUpdate.com – Waktu 32 tahun merupakan proses panjang perjalanan karir bagi seorang Hanafie Zain mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara.

Pasca menamatkan pendidikan S1 Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjajaran, Kota Bandung, ia langsung melamar ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 1985. Mengawali tugasnya, langsung terjun ke Kabupaten Sukabumi.

Perjalanan karir terbilang cepat. Lima tahun pasca ditugaskan di Sukabumi, Hanafie mendapat kepercayaan menempati posisi Camat Gegerbitung pada 1990 dan Camat Cicurug 1993.

Baru pada 1995, pria bernama lengkap H. Muhammad Noor Hanafie Zain tersebut mengawali karirnya di Pemerintah Kota Sukabumi sebagai Camat Baros.

Selama mengabdi di Kota Sukabumi, banyak jabatan startegis yang diamanahi negara kepada Hanafie, hingga terakhir menjadi Sekretaris Daerah –enam tahun sejak kepemimpinan Wali Kota Sukabumi (alm.) Mokhamad Muslikh Abdussyukur sampai Mohamad Muraz sekarang.

Kesuksesan Hanafie meniti jenjang karir merupakan perjalan berliku sebagai aparatur pemerintah. Semua dijalani di bawah inspirasi orang tua, khususnya sang ayah yang juga pamong asli sebagai camat, wadana hingga asisten di pemerintah provinsi.

“Ada kesan mendalam terhadap figur orangtua yang mengabdi untuk masyarakat,” ujar pria kelahiran Banjarmasin, 18 Mei 1958, kepada PemiluUpdate.com di Balai Kota Sukabumi.

Bekerja produktif sebagai pamong dan jangan mengejar kekuasaan berlebihan merupakan pesan orang tua yang selalu diingat Hanafie sampai kini. Bagaimanapun kekuasaan itu akan datang melalui sebuah proses dan Allah SWT sudah menentukan takdir seorang sehingga tinggal menjalaninya.

“Ambisius hal yang kurang baik, cita-cita boleh tetapi paling penting tunjukkan kemauan untuk bekerja. Jangan lupa, pendidikan sangat penting karena semakin tinggi jenjangnya membuat kita semakin bijak seperti ilmu padi. Artinya, semakin tinggi jabatan jangan sombong karena semua hanya titipan Allah SWT,” tukasnya.

Hanafie Zain (kiri) dengan warganya (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

Dirinya mengaku sangat berterima kasih atas kepercayaan hingga posisi sekda yang diberikan (alm.) Mokhamad Muslikh Abdussyukur (Wali Kota Sukabumi periode 2003 sampai 2013) dan Mohammad Muraz (Wali Kota Sukabumi 2013-2018).

“Kepercayaan luar biasa yang diberikan saya menjadi pelecut untuk bekerja lebih profesional dan menjalin hubungan baik dengan seluruh pihak termasuk masyarakat,” katanya.

Keinginan kuat terus belajar dan mendengar masukan dari berbagai pihak, khususnya dari staf, menjadi hal penting bagi Hanafie untuk mengeluarkan sebuah kebijakan.

Dia mencontohkan saat menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, meski tidak mengerti soal perhubungan tetapi banyak staf yang memiliki kualitas dan faham sehingga ia banyak mendengar masukan dari mereka.

“Saya tidak pernah berhenti untuk belajar dari teman dan staf untuk selalu banyak mendengar,” katanya.


Suara Rakyat

Pengalaman menjabat sebagai camat di wilayah yang berhadapan langsung dengan masyarakat, menjadi bekal Hanafie untuk lebih banyak mendengar suara rakyat karena mereka yang dilayani.

Terbiasa dengan lingkungan kampus dan aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan juga membentuk rasa sosial Hanafie untuk bisa bersoasialisasi dan menjalin komunikasi dengan seluruh eleman masyarakat. Pasalnya, seseorang akan terbentuk karakternya jika semakin banyak pergaulan dan bersosialisasi.

Tidak bisa menjustifikasi seorang yang pendiam dan pasti karena kurang gaul. “Konsepnya kita saling menghargai dan kerja bareng,” katanya.

Begitupun saat menjalani jabatan Sekda, sebagai seorang koki ketika berhadapan dengan kebijakan wali kota harus dilaksanakan secara baik. Bentuk dukungannya dengan melakukan inovasi yang ditopang sisi anggaran, pelaksanaan, serta evaluasinya.

“Selama 32 tahun, saya berusaha senantiasa bekerja normatif, persuasif, dan profesional. Masalah dianggap kaku-tidaknya tergantung karateristik seseorang. Banyak faktor yang membuat orang itu berkarakter tertentu,” jelas Hanafie.

Calon Wali Kota Sukabumi pada Pilkada 2018 Jona Arizona (kiri) dan wakilnya, Hanafie Zain (kanan) (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)


Maju di Pilkada

Jelang pensiun sebagai aparatur pemerintah yang tinggal hitungan bulan, tidak terlintas di benak Hanafie untuk maju mencalonkan di Pilkada Kota Sukabumi 2018. Dorongan kuat masyarakat, ulama, kalangan birokrat, serta dunia pendidikan untuk tetap mengabdikan diri yang membuat Hanafie turun gunung ke arena pilkada.

“Lima bulan terakhir saya tidak terlintas untuk mencalonkan, terlebih masyarakat Kota Sukabumi sudah cerdas karena apapun yang dilalukan pejabat pasti dilihat. Misalnya bagaimana kepala dinas, sekda, dan wali kota bekerja akan dilihat langsung,” katanya.

Hanafie menilai Sekda selalu menjabat sebagai Wali Kota Sukabumi bukan mitos dan itu lebih kepada kecerdikan serta kejelian masyarakat yang memahami benar soal ilmu tata kelola pemerintahan.

“Akhirnya dari dulu sampai sekarang, sekda selalu jadi wali kota dan artinya ada kecerdasan masyarakat dalam memilih. Kalau salah pilih, akan rugi selama lima tahun mendatang,” ujarnya.

Dukungan keluarga, khususnya istri dan anak, juga berpengaruh bagi Hanafie untuk memutuskan ikut kontestasi Pilkada 2018.

“Istri dan anak-anak mengerti alasan saya untuk maju mencalonkan. Sisa waktu yang masih ada, kenapa tidak tetap membaktikan diri untuk rakyat. Apalagi selama ini menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat dan baru tiga bulan terakhir dipinang berbagai partai. Saya ikuti normatif,” papar Hanafie.

Semua perlu proses, termasuk di politik, berjalan seperti air mengalir. Bagi saya pribadi politik harus santun. Tidak boleh mendiskreditkan orang atau melakukan kampanye hitam yang akhirnya tidak memberikan kedewasaan dalam berpolitik,” Hanafie mengingatkan.


Ijabah

Rabu, 10 Januari 2018, sekitar pukul 21.30 WIB, menjadi momen penting dalam perjalanan hidup Hanafie Zain. Malam itu, dirinya terjun ke panggung Pilkada Kota Sukabumi dengan mendaftar diri sebagai calon wakil wali kota mendamping calon wali kota Jona Arizona ke kantor Komisi Pemilihan Umum.

Pasangan dengan jargon Insyallah Jona-Hanafie Barokah (Ijabah) ini diusung Partai Golkar, PDIP dan PKB.

Keputusan Hanafie mencalonkan wakil wali kota bukan tanpa perdebatan dan pertanyaan berbagai pihak. Pasalnya sebelum pendaftaran, Hanafie menanggapi keras penempatan dirinya dalam duet Jona-Hanafie oleh Golkar dan PKB tanpa pembahasan sedikitpun.

Sejak awal, Hanafie beserta PDIP sebagai partai pengusung tetap bersikeras menduduki posisi F1. Komunikasi alotpun terjadi antara PDIP, Partai Golkar. dan PKB. Akhirnya posisi calon wali kota ditempati Jona Arizona dan wakil wali kota Hanafie Zain.

Usai mendaftar, di hadapan puluhan awak media, Hanafie mengungkapkan alasannya mau menjadi nomor dua karena sudah 32 tahun berada di puncak karir birokrat. Ia menjabat sekda selama enam tahun dan sudah melayani dua wali kota.

“Saya tidak mencari kekuasaan. Saya ingin ada orang muda yang nanti kita siapkan menjadi pemimpin masa depan. Pilihan saya jatuh kepada adik saya, Jona,” tandas Hanafie, mantap. ()Herry Febrianto

Bio Data

Nama lengkap: DR. H. Muhamad Noor Hanafie Zain, MSi
Jabatan: Sekretaris Daerah Kota Sukabumi
Tempat Tanggal Lahir: Banjarmasin, 18 Mei 1958
Alamat: Jl. Pasir Berkah No. 133, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi
Istri: Dra. Nanita Singawinata
Anak: M. Manggala Putra Pratama dan M. Hanggara Abirawa


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here