569 Pasangan Calon Kepala Daerah Berebut Kursi Kekuasaan, ASN Terbanyak

Ilustrasi: Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU adalah penyelenggaran kegiatan pemilu; pilkada, pileg, dan pilpres (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Jumlah calon kepala daerah –gubernur, bupati, dan wali kota– yang bakal bertarung pada Pilkada 2018 sebanyak 569 pasangan. Angka ini diperoleh usai penutupan waktu pendaftaran pada 10 Januari 2018.

Jumlah tersebut kemungkinan bertambah beberapa pasang sebab terdapat 13 daerah yang berpotensi pilkadanya diikuti pasangan calon (paslon) tunggal. Sesuai peraturan di daerah tersebut, KPU setempat akan kembali membuka kesempatan pendaftaran.

KPU melalui situs webnya kpu.go.id merilis di antara 569 paslon, sebanyak 57 pasangan gubernur-wakil gubernur yang bertarung di 17 provisi. Sebanyak 373 merupakan pasangan bupati-wakil bupati di 113 kabupaten, dan sisanya 139 duet pada pilwalkot di 39 kota.

Tidak semua pendaftarannya diterima KPU. Tercatat tiga pasangan ditolak pendaftarannya.

Mereka adalah Chairil Syah dan Mualimin (pendaftar calon wali kota-wakil wali kota Palembang melalui jalur perseorangan), Siswandi dan Euis Fety Fatayati (pendaftar calon wali kota-wakil wali kota Cirebon yang diusung PAN dan Gerindra), dan Ones Pahabol dan Petrus Yoram Mambai (pendaftar calon gubernur-wakil gubernur Papua yang didukung PKPI).

Terdapat pula sembilan paslon diminta memperbaiki berkas pendaftarannya. Mereka Ya’qud Ananda Gubran dan Wanedi (Kota Malang), Nichodemus Ronsumbre dan Akmal Bachri HI Kalabe (Biak Numfor), Hengky Kayame dan Yeheskiel Tenouye (Paniai), Esebius Gobai dan Fransiscus Zonggonau (Paniai).

Juga Martinus Nawipe dan Semuel Bunai (Paniai), Meki Nawipa dan Oktopianus Gobai (Paniai), Naftali Yogi dan Marten Mote (Paniai), Yehuda Gobai dan Yan Tebai (Paniai), dan Yunus Gobai dan Markus Boma (Paniai).


ASN Terbanyak

Masih menurut data KPU, di antara 569 paslon kepala daerah terdapat 521 laki-laki yang berebut kursi gubernur, bupati dan wali kota. Sedangkan 48 perempuan. Untuk kursi wakil kepala daerah, sebanyak 518 calon laki-laki, dan 51 calon berjenis kelamin perempuan.

Totalnya yakni terdapat 1.039 calon laki-laki dan 99 calon perempuan yang terjun ke arena Pilkada Serentak 2018.

Berdasar kategori jenis pekerjaan, sebanyak lima calon gubernur petahana maju kembali dalam Pilgub 2018. Sedangkan untuk kursi wakil gubernur terdapat lima calon wakil gubernur petahana, dan empat wakil gubernur ikut kontestasi kursi Gubernur.

Wali kota yang maju memperebutkan kursi gubernur tercatat delapan calon. Yang mengincar wakil dubernur satu orang. Sedangkan yang maju sebagai bupati satu orang, dan yang mencalonkan kembali sebagai wali kota tercatat 25 orang.

Sedangkan bupati yang mencalonkan diri sebagai gubernur sebanyak 11 orang. Menjadi wakil gubernur 10 orang. Maju kembali sebagai calon bupati 65 orang. Tidak ada bupati yang maju sebagai calon wakil bupati.

Wakil wali kota yang maju sebagai calon wakil gubernur dua orang, bupati satu orang, dan wali kota sebanyak 16 orang. Wakil bupati yang maju sebagai bupati 28 orang, dan tetap sebagai wakil bupati sebanyak 23 orang.


TNI dan Polri

Anggota DPR yang mencalonkan diri sebagai gubernur tercatat enam orang, wakil gubernur dua orang; bupati 12 orang; wakil bupati satu orang, wali kota tiga orang; dan wakil wali kota satu orang.

Calon yang berlatar belakang Aparatur Sipiul Negara ASN) tercatat paling banyak mengikuti ajang pilkada. Sebanyak 156 orang. Menyusul anggota DPRD kabupaten/kota 147 orang, bupati 86 orang; dan wakil bupati 52 orang.

Sementara anggota TNI yang meninggalkan statusnya sebagai militer guna berburu jabatan kepala daerah tercatat delapan orang, dan polri sembilan orang. ()HDN


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here