Membaca Strategi Dua Kaki Jokowi pada Pilkada 2018, Bakal Kalah 4-0?

Diskusi politik bertema "Jawa adalah Kunci" menghadirkan beberapa politikus dari berbagai parpol. Diskusi digelar di Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018 (Madi Cakra/PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Salah satu tahapan penting Pilkada Serentak 2018 baru saja berlalu, yakni pendaftaran calon kontestan di KPU pada 8-10 Januari. Partai-partai politik sudah mencatatkan jagoan calon gubernur, wali kota, dan bupati di 171 daerah.

Menilik calon dan koalisi parpol, khususnya di Jawa, petanya berkaitan erat dengan strategi persiapan menghadapi Pilpres 2019.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto mencermati pilkada di wilayah Jawa merupakan pertaruhan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi. Apakah mantan Gubernur DKI Jakarta ini memperpanjang masa kekuasaan dengan memenangi pilpres mendatang, atau sebaliknya?

Setelah kandidat pilkada yang diusung PDIP di Banten dan DKI Jakarta, partai yang telah mendeklarasikan mendukung Jokowi sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2019 harus menang di pilkada wilayah Jawa. Tidak ada pilihan lain.

“Pilkada kali jadi pertaruhan Pak Jokowi. Setelah kalah di Banten dan DKI Jakarta, apabila jagoan Pak Jokowi di Jabar, Jateng, dan Jatim kalah juga, itu lampu kuning buatnya,” kata Yandri pada diskusi bertema “Jawa adalah Kunci” di Cikini, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

Anggota Komisi II DPR RI ini mengaku tahu persis peta politik di Banten saat Rano Karno menjabat gubernur dan memenangkan Jokowi di pilpres lalu. Meskipun akhirnya, Rano Karno harus kalah pada pilkada terakhir.

“Daerah pemilihan saya Banten. Saya tahu betul strateginya,” ucap Yandri.


Dukung Beberapa Kandidat

Dengan kekalahan di Banten dan DKI Jakarta, menurutnya, Jokowi mulai membuat strategi baru pada pilkada di Jawa. Strategi sekarang yakni bermain di dua kaki. Dengan demikian, siapapun yang menang tetap saja kepentingan Pilpres 2019 bisa terkomodasi. Tiada lain untuk membuka peluang Jokowi kembali menjadi presiden.

“Dia menyebar dukungan kepada calon melalui parpol pendukungnya. Sekarang mulai pasang strategi dua kaki. Contoh di Jabar, Golkar kemana, PDIP kemana, Hanura kemana, Nasdem kemana. Pak Jokowi akan habis-habisan di (pilkada) Jawa tentunya,” paparnya.

[Baca juga: Rakernas PAN Putuskan Capres 2019, Zulkifli: Layani Rakyat Dulu]

Yandri membuat analisis di Pilkada Jabar, bila TB Hasanuddin-Anton Charliyan yang menang, di sana ada PDIP. Kemudian, kalau Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum pemenangnya, pendukungnya adalah Nasdem. Begitu pula ketika Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang menang ada Golkar di koalisi tersebut.

“Kecuali koalisi Gerindra, PKS, dan PAN yang menang. Itu berarti tiga kosong buat Pak Jokowi (setelah kalah di Banten dan DKI Jakarta),” tegasnya.

Selain itu, Yandri juga menyorot Pilkada Jateng, Kandidat petahana Ganjar Pranowo-Taj Yasin diusung koalisi PDIP, Demokrat, dan PPP. Lawannya koalisi Gerindra, PKS, dan PAN, ditambah PKB.

Menurut, Yandri akan terjadi hal serupa. “Jateng ini kandang banteng, kalah berarti Jokowi empat kosong, kalau Sudirman Said-Ida Fauziah yang menang,” kata politikus PAN itu. ()Madi Cakra


[E-mail REDAKSI, IKLAN, & KERJA SAMA: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here