Munculkan Semangat Koalisi Mega Bintang, Djarot Tinggalkan PPP Tanpa Senyum

Siaran pengumuman pasangan calon gubernur-wakil gubernur PDIP di Jakarta, Minggu, 7 Januari 2018. Salah satu di antaranya untuk Pilgub Sumatera Utara 2018 yakni pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus (Istimewa/twitter.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus belum selamat dari lubang jarum.

Guna merangkul PPP, Djarot sebagai Ketua DPP PDIP sekaligus calon gubernur Sumut, bersama Calon Wakil Gubernur Sihar Sitoris, bertandang ke Kantor DPP PPP di Jakarta, Senin sore hingga malam, 8 Januari 2018.

Pertemuan sore berupa silaturahim biasa. Elit PDIP maupun PPP belum membahas gamblang tema koalisi yang dibawa Djarot-Sihar.

Sebelumnya, sejumlah pengamat politik memprediksi partai banteng moncong putih bakal sulit menggandeng PPP. Jika gagal, maka pasangan Djarot-Sihar tak dapat melenggang ke arena pilgub karena kekurangan empat kursi dukungan di DPRD Sumut.

PDIP memiliki 16 kursi. Sementara syarat parpol mengajukan pasangan kandidat minimal 20 kursi. Kekurangan ditutupi pas PPP yang mempunyai empat kursi.

“Kita ini tetangga yang baik. Kalau perlu kita bikin pintu (yang menghubungkan kantor masing-masing),” kata Djarot, dalam pertemuan silaturahim.

Pernyataan, Djarot mengacu pada posisi kantor DPP PPP dan PDIP di Jl. Pangeran Diponegoro, Jakarta, yang memang berdampingan sejak lama. Pernyataan pria berkacamata itu disambut tawa para pengurus elit kedua partai.

Ketua DPW PPP Sumatera Utara Hasan Suhairi pada kesempatan yang sama menyatakan pertemuan silaturahim bak nostalgia hubungan manis PDIP dan PPP dahulu. Kerja sama kedua partai, katanya, telah terbangun lama. “Ini seolah Koalisi Mega Bintang kembali,” ujarnya, juga disambut tawa ceria hadirin.

Koalisi PDIP dan PPP yang memunculkan istilah “Mega Bintang” terjadi pada Pemilu 1997. Istilah ini dicuatkan Mudrick Sangidu. Pada pesta demokrasi 1997, perolehan suara PPP secara nasional naik.

Soal kepastian dukungan PPP untuk pasangan Djarot-Sihar dibahas dalam rapat tertutup pada malam hari. Hingga pukul 21.30 WIB, pertemuan masih berlangsung. Namun, tiba-tiba Djarot meninggalkan rapat, tanpa senyum. Ia bergegas meninggal Kantor DPP PPP. Pertanyaan jurnalis dijawab seadanya. ()Madi Cakra


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here