HNW Beber Kontrak Politik Demiz-Demokrat, Siapa Berkhianat?

Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid (kiri) dan Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (kanan) (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com & pks.or.id)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Silang pernyataan antara Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz), selaku calon gubernur, via Twitter berlanjut hingga hari pertama 2018.

Ketegangan antara PKS dengan Demiz terjadi sejak PKS bersama Partai Gerindra dan PAN mengumumkan Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat-Ahmad Syaikhu sebagai calon gubernur-wakil gubernur mereka pada Pilkada Jabar 2018.

Senin ini, 1 Januari 2018, HNW melalui akun pribadinya @hnurwahid dan Demiz @Deddy_Mizwar_, kembali “berbalas pantun” seputar pembatalan dukungan PKS kepada Wakil Gubernur Jabar ini sebagai calon pengganti Gubernur Ahmad Heryawan (Aher).

PKS memasangkan Demiz dengan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, yang juga ketua DPW PKS Jabar –diganti pasca resmi maju pilgub.

Seperti pada hari-hari sebelumnya, HNW kembali menegaskan PKS “meninggalkan” Demiz karena yang bersangkutan diam-diam menjalin komitmen dengan Partai Demokrat. Aktor dan budayawan ini pada lembar Pakta Integritas tertanggal 2 Oktober 2017 menyatakan kesiapannya mendukung calon presiden yang diusung Demokrat pada Pilpres 2019. Komitmen Demiz ini tentu syarat untuk memperoleh usungan Demokrat sebagai calon gubernur Jabar.

Tidak cuma memaparkan dasar partainya, Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS itu bahkan menayangkan lembar Pakta Integritas bermaterai yang ditandatangani Demiz. Namun, kata HNW, dirinya tidak akan menayangkan bukti kontrak politik Demiz-Demokrat jika tak diminta sendiri oleh Jenderal Nagabonar –julukan Demiz.

“Saya lakukan itu, bukan krn nuruti netizen, tapi krn nuruti usul/pernyataan langsung dari Bang Demiz via twitter. Itu saya sebutkan dlm cuitan saya juga. Kalau Bang Demiz tak minta, tak mungkin saya buka. Coba baca lagi cuitan yg dimulai olh Bang Demiz siang ini,” kata HNW, juga wakil ketua MPR RI.

Sebelumnya, Demiz memang “menantang” HNW untuk membuktikan penegasannya mengenai adanya kontrak politik dirinya dengan Demokrat.

“Ust HNW org yg baik..utk mengakhiri ini silakan beliau menunjukkan kontrak politik yg dimaksud via sosmed atau sambil ngopi hehe,” tutur Demiz

[Baca juga: Koalisi Reuni Resmi Usung Sudrajat-Syaikhu, Prabowo Minta Maaf]

Menanggapi unggahan lembar perjanjian politik itu, Demiz lalu menyatakan bukanlah sebuah pelanggaran. Tampaknya, karena pandangan inilah Sang Calon Gubernur Jabar mendudukkan dirinya sebagai “korban” politik PKS. Meski demikian, ia menyebutkan dirinya menghargai keputusan politik PKS, parpol yang mengusungnya menjadi pemimpin Jabar pada Pilgub 2013.

“Hehe kalo dokumen itu yg dimaksud mk dosa apa yg sy lakukan pd PKS. bukankah Ustadz sbg kader PKS juga harus mendukung capres/cawapres yg diusung PKS?” tutur Demiz.

Simpul penyebab pembatakan dukungan PKS kepada Demiz terlihat jelas di sini. Menjadi persoalan bila seorang kandidat diusung parpol menjadi kontestan pilkada, namun berkomitmen mendukung calon presiden partai tertentu, yang sangat mungkin berbeda dengan parpol lain dalam koalisi.

Selama ini, publik mengetahui luas, PKS bersama parpol sekutunya, Gerindra, memiliki calon presiden yang berbeda dengan Demokrat. Untuk Pilpres 2019, Gerindra-PKS menggadang-gadang Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Sedangkan Demokrat, parpol besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kemungkinan besar menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Bisa disebut kapan & dimana saya menyebut itu sbg “dosa” Bang Demiz? He he he. Saya menyebut itu sbg pilihan politik Bang Demiz yg kami hormati. Sbgmn sewajarnya juga bila Bang Demiz hormati sikap politik kami di PKS ttg dukungan thd Capres/Cawapres nanti,” HNW menjawab.

Lembar Pakta Integritas Deddy Mizwar, selaku calon gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018, dengan Partai Demokrat. Lembar ini ditayangkan Hidayat Nur Wahid melalui akun pribadinya di ‘Twitter’ (Istimewa/twitter.com)

Walau silang pernyataan di media sosial ini mengenai isu panas, HNW dan Demiz membingkainya dalam semangat silaturahim. Tidak ada kalimat saling hujat yang dilontarkan keduanya.

[Baca juga: SURVEI: Coblos Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar pada Pilkada 2018]

“Kapan2 kita ngopi bareng ya Bang. Di rumah kami biasa tersedia “kopi tahlil”. Segar dan menyehatkn Bang. Cocok unt ngobrol lanjutkan persahabatan kita semuanya. Kapan Bang Demiz ada waktu, kami siap selalu. Hatur nuhun pisan. Wassalamualaikum,” HNW menutup perbincangan.

Seperti halnya Demiz, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Asep Wahyuwijaya juga membantah adanya kesepakatann khusus antara orang kedua di Jabar itu dengan partai mercy.

Jadi, siapa yang berkhianat atau setidaknya kurang beretika dalam berpolitik? ()RUT


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here