PKB Gabung Golkar atau Gerindra bila Emil Pilih Cawagub PPP

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat Syaiful Huda (Istimewa/twitter.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan akan meninggalkan Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil jika memilih Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (PPP) sebagai calon wakilnya pada Pilkada 2018.

Wali Kota Bandung itu sejauh ini masih didukung Partai Nasdem, Hanura, PPP, dan PKB. Minus Partai Golkar yang mencabut dukungannya pasca pergantian ketua umumnya. Belakangan partai beringin memperjuangkan Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedu Mulyadi untuk maju dalam kontestasi pilgub.

Golkar memiliki 17 kursi di DPRD Jabar, PPP sembilan, PKB tujuh, Nasdem lima, dan Hanura tiga kursi. Bila PKB atau PPP menarik dukungannya kepada calon gubernur (cagub) yang sering disapa Emil ini, maka kecukupan kursi koalisi tak tercapai. Kondisi inilah yang membuat Emil berpotensi gagal bertarung pada Pilgub Jabar 2018.

Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda lalu menawarkan jalan tengah. PPP tidak menyodorkan kadernya untuk menempati kursi calon wakil gubernur (cawagub), begitu pula PKB. Solusinya adalah jatah cawagub diberikan kepada tokoh alternatif.

“Selama usulan kami untuk mendorong figur alternatif diakomodir partai koalisi, PKB akan tetap bertahan. Jadi tunggu dinamika minggu ini,” tandas Syaiful.

Kalau Emil tak memenuhi tawaran tersebut, tegas Syaiful, PKB dipastikan hengkang. Pilihan selanjutnya bergabung dengan Golkar. Bersama Golkar dan PKB, kedua partai ini mampu mengusung pasangan cagub-cawagub sebab total kursinya di atas 20, batas minimal pencalonan.

Pilihan lain yang dilirik PKB yakni bergabung dengan Koalisi Reuni yang berisi Partai Gerindra, PKS, dan PAN. Pasangan calon (paslon) koalisi ini telah diumumkan: Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Sudrajat disodorkan Gerindra, sedangkan Syaikhu yang masih menjabat wakil wali kota Bekasi ini tercatat sebagai politikus PKS.

“Di luar Sudrajat-Syaikhu, koalisi masih cair. Artinya potensi terjadi cross ada, perkembangannya dinamis. Posisi PKB sementara ini, Kang Emil yes, Kang Uu no,” tutur Syaiful.

[Baca juga: Berharap Kursi Cawagub Jabar, PPP Bertahan Dukung Emil]

Menurut Syaiful lagi, Golkar sudah mengajak pihaknya untuk berkoalisi. PKB belum menjawab upaya partai beringin merangkul. PKB, katanya, sudah jatuh cinta kepada Emil sejak lama. Namun, keputusan mendukung Wali Kota Bandung ini dengan syarat memilih tokoh PKB sebagai calon wakil.

“Kami mengalah untuk tidak mengusung kader. Solusinya cari kader di luar koalisi. Kami harap juga PPP tidak ngotot lagi (mencalonkan Uu Ruzhanul Ulum),” Huda menambahkan.

[Baca juga: SURVEI: Coblos Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar pada Pilkada 2018]

Berhadapan dengan dilema, Emil tak ingin mengambil keputusan sendiri soal siapa cawagubnya. Ia menyerahkan masalah ini ke DPP partai koalisi.


Golkar Rayu PKB

Mengantongi tiket ke Pilgub Jabar 2018, Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi mendekati PKB. Sementara Hanura yang baru menyatakan mendukungan Emil, Dedi tak menggubrisnya.

“Politik itu terbuka. Kami akan ajak, dong. Sekarang saya lagi intens komunikasi dengan PKB,” kata Dedi, yang juga Bupati Purwakarta, Jawa Barat.

Dedi mengungkapkan, komunikasi yang dijalin dengan PKB baru dilakukan di level daerah. Namun, menurutnya, bukan tidak mungkin komunikasi akan dilanjutkan ke level pusat.

Tokoh yang mengedepankan nilai-nilai kesundaan ini mengaku mendekati PKB karena memiliki kesamaan panjang terhadap Jabar ke depan. “Karena ada kesamaan-kesamaan cara pandang. Nggak ada masalah (kalau mau bergabung),” tandasnya. ()BIH


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here