Demokrat Jabar Bantah Ada Kontrak Politik Pilpres dengan Demiz

Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (ke-2 kiri) dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu (ke-3 kiri) bersama elit Partai Demokrat dan PKS Jawa Barat (Istimewa/pikiran-rakyat.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat (Jabar) Asep Wahyuwijaya membantah Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid (HNW), seputar latar belakang penarikan dukungan PKS terhadap Deddy Mizwar.

Pada Pilgub Jabar 2018, PKS awalnya mendukung Deddy Mizwar sebagai calon gubernur. Wakil Gubernur Jabar yang kerap disapa Demiz ini dipasangkan dengan Ahmad Syaikhu, politikus PKS yang masih menjabat wakil wali kota Bekasi.

Namun pada Rabu lalu (27/12/2017), PKS resmi mendepak Demiz. Pada hari yang sama, Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra mengumumkan keputusan mereka mengusung duet Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat-Syaikhu. Sudrajat diajukan oleh Gerindra. Pasangan ini disebut-sebut juga didukung PAN.

HNW menegaskan partainya meninggalkan Demiz karena aktor dan budayawan ini telah membuat kontrak politik dengan Demokrat untuk target Pilpres 2019. Demiz memang juga diusung Demokrat sebagai calon gubernur Jabar. Dia resmi menjadi kader Demokrat guna mengantongi tiket pencalonan parpol yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

[Baca juga: Disebut Pendiri, Demokrat Ikut Jejak PAN Jadikan Demiz Calon Gubernur?]

Sebelumnya, Gerindra sebagai sekutu PKS mencabut dukungan atas duet Demiz-Syaikhu karena mensyaratkan calon gubernur yang diusungnya berstatus kader. Demiz yang diminta menjadi kader Gerindra tak kunjung memenuhinya. Belakangan ia justru memilih bergabung dengan partai mercy.

“Saya rasa pernyataan Ustaz HNW berlebihan. Sejak awal hingga akhirnya PKS mengalihkan dukungan, tak pernah ada satupun kalimat yang menghubungkan koalisi ini dengan urusan pencapresan Partai Demokrat,” ujar Asep, Jumat, 29 Desember 2017, sebagaimana dilansir politiktoday.com.

Ditegaskan, saat DPP Demokrat menanyakan rekomendasi dari DPP PKS terkait pencalonan Demiz-Syaikhu, tidak ada satu kata pun yang terlontar tentang pencapresan pada 2019.

“Jangankan ditanyakan dan diperbincangkan, terpikirpun tidak sama sekali soal hubungan rekomendasi pilgub dengan urusan capres dari Demokrat,” tandas Asep.

[Baca juga: SURVEI: Coblos Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar pada Pilkada 2018]

Karenanya, Asep menuntut agar HNW tidak lagi mengungkapkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan. “Dalam persoalan ini, PKS-lah yang meninggalkan Demiz dan Demokrat, bukan sebaliknya,” tuturnya.

Pada kasus lain yang serupa, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) sebagai calon gubernur Jabar pada Pilkada 2018 pun dikabarkan siap mendukung pencapresan Joko Widodo pada Pemilu 2019. Hal ini sebagai syarat dukungan Partai Nasdem kepadanya pada Pilgub Jabar. ()BIH


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

6 KOMENTAR

Leave a Reply to Pena Pasir Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here