SUDRAJAT, Tentara USA

Sudrajat (kanan), calon gubernur Jabar pada Pilkada 2018, dan Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi (kiri) (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

PemiluUpdate.com – Nama Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat tiba-tiba muncul di tengah hiruk-pikuk penggodokan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat (Jabar) pada Pilkada 2018.

Bertahun-tahun tak muncul di hadapan publik, mantan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI ini menjadi buah bibir setelah didapuk Partai Gerindra sebagai calon pengganti Ahmad Heryawan sebagai gubernur Jabar.


Siapa Sudrajat?

Sudrajat pensiun sebagai personel TNI aktif pada 2005. Jabatan terakhirnya sebagai Direktur Jenderal Strategi Pertahanan.

Pria kelahiran Balikpapan pada 4 Februari 1949 ini lulusan Akademi Militer 1971. Sebagai prajurit TNI, ia kemudian mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan khusus –kemiliteran maupun umum.

Peningkatan kapasitas dimaksud, antara lain, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Lemhanas, beberapa pendidikan militer di Australia dan USA. Sudrajat juga menyelesaikan kualiah Master of Public Administration (MPA) di Harvard University, USA.

Perjalanan karir panjang di TNI menunjukkan kapasitas Sudrajat. Penugasan negara itu di dalam maupun di luar negeri. Di lingkungan TNI AD, setelah menjabat Kepala Pusat Penerangan (Puspen) TNI, ia dipercaya menjadi Penasihat Khusus Panglima TNI, dan anggota Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) yang berada di bawah Menkopolkam.

Penugasan di luar negeri, antara lain, sebagai atase Pertahanan di London dan Washington DC. Selain itu, berbagai peran dalam misi internasional seperti UN Emerging Force di Mesir, ketua/wakil ketua dalam sejumlah dialog/forum internasional, baik mewakili TNI maupun Kementerian Pertahanan RI.

Belakangan, Sudrajat bertugas sebagai Dura Besar Indonesia untuk China yang berakhir pada 2009. Sekembalinya dari China, ia aktif dalam berbagai organisasi yang mempromosikan hubungan Indonesia dan China. Hingga kini masih menjabat Ketua LIC (Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-China).


Sunda Asli

Penasihat DPD Partai Gerindra Jabar Sodik Mudjahid mengungkapkan penetapan Sudrajat sebagai jagoan partai garuda pada Pilgub Jabar 2018 melalui proses alot.

Pembahasannya berdasar berbagai informasi, data, survei, kajian, dan analisis. Melalui diskusi dan musyawarah dengan seluruh elemen Gerindra dari tingkat kecamatan hingga pusat, akhirnya DPP mengambil keputusan. DPP sebelumnya juga mendengar petuah sejumlah tokoh dan elemen strategis masyarakat Jabar.

Mengabaikan faktor popularitas, Gerindra mempertimbangkan sosok Sudrajat yang dinilai memenuhi kriteria yang dituntut masyarakat Sunda. Hal dimaksud yakni nyunda, nyakola, nyantri, nyantika, dan nyinatria.

“Kang Ajat (Sudrajat) nyunda karena USA, urang Sunda asli. Ia keturunan Cianjur dan Sumedang. Beliau menghormati tatakrama, unggah-ungguh, dan bahasanya Sunda asli,” kata Sodik.

Sudrajat (depan, ke-2 kiri), calon gubernur Jabar pada Pilkada 2018, saat berkunjung ke Redaksi Harian Pikiran Rakyat-Bandung (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

Sudrajat jelas nyantri karena setelah pensiun dari TNI bergelut di lingkungan pesantren di tanah leluhurnya di perbatasan Cianjur dan Sukabumi selatan. Dia berakhlak santri yang tawadlu, rendah hati, hormat kepada yang tua dan senior, serta sayang dan nyaah kepada junior.

Ia juga memenuhi syarat nyakola (intelek). Setelah tamat SR, SMP dan SLTA, lanjut ke Akademi Militer di Magelang. Di sini salah seorang lulusan terbaik. Dia pun berhasil meraih gelar master di salah satu universitas terbaik di dunia yakni Harvard University

Sudrajat juga nyantika alias terampil dan profesional. Pengalaman kerja di instansi militer dan sipil, di dalam dan luar negeri, sebagai buktinya.

Tak kalah pentingnya, menurut Sodik, Sudrajat merupakan sosok harapan orang Sunda sebab nyinatria atau bersikap ksatria. Gemblengan di TNI memupuk jiwa ksatria seperti jiwa sportif dan fair, teguh dalam membela kebenaran dan melawan ketidakadilan.

Ia membela rakyat kecil, setia kepada rakyat dan bangsa, bukan kepada asing dalam berbagai bentuk. “Sudrajat itu ulet dan pantang menyerah, disiplin, dan amanah,” tandasnya.

“Selain 5N kriteria paripurna masyarakat Sunda, keunggulan Kang Ajat adalah memiliki kepemimpinan kuat hasil didikan TNI yang dipadukan demgan sifat bijaksana orang Sunda,” Sodik menambahkan. ()RE


DATA PRIBADI

Nama: Sudrajat
Pangkat: Major General (Retired)
Tempat, tanggal Lahir: Balikpapan, 4 Februari 1949
Agama: Islam
Kebangsaan/Suku: Indonesia /Sunda
Status Perkawinan: Kawin (2 anak)
Istri: drg. Sally Salziah, Sp.OM
Anak: Angki Arrihan, Pasha Prakasa

PENDIDIKAN UMUM

Setelah menamatkan Sekolah Teknik Menengah, lulus seleksi memasuki Akademi Militer di
Magelang, ketika berpangkat letnan kolonel, mendapat beasiswa Pemerintah Indonesia untuk mengikuti program master bidang Administrasi Publik di Harvard University, USA.

1. Sekolah Dasar, 1961, Bandung
2. Sekolah Menengah Pertama, 1964, Bandung
3. Sekolah Teknik Menengah, 1967, Bandung
4. Master in Public Administration, 1993, Harvard University, USA

PENDIDIKAN MILITER

Selain berbagai pelatihan militer di Indonesia, juga mengikuti program international di luar negeri, seperti Australia dan USA.

1. Akademi Militer, Magelang, 1971
2. Officer Basic Course, 1973, Australia
3. Pelatihan Promosi Perwira Komunikasi, 1976
4. Pelatihan Komandan Kompi, 1977
5. Officer Advance Course, 1979, USA
6. SESKOAD (Army General Staff College), 1989
7. Lemhanas, 2001

PANGKAT KEMILITERAN

Lulus Akademi Militer, Magelang, 1971, sebagai letnan dua, dan pensiun dengan pangkat mayor jenderal (mayjen) pada 2005.

1. Letnan Dua, 1 Desember 1971
2. Letnan Satu, 1 April 1974
3. Kapten, 1 April 1977
4. Mayor, 1 April 1982
5. Letnan Kolonel, 1 Oktober 1986
6. Kolonel, 1 April 1995
7. Brigadir Jenderal, 1 April 1997
8. Mayor Jenderal, 1 September 1999
9. Pensiun, 1 Maret 2004

KARIR PENUGASAN

Selain berbagai penugasan di TNI, beberapa kali dikirim ke luar negeri. Dua kali ke USA, pertama sebagai Pembantu Atase Pertahanan, dan kedua sebagai Atase Pertahanan. Di Inggris sebagai Atase Pertahanan. Penugasan terakhir adalah Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia, berkedudukan di Beijing.

1. Pimpinan Platon, 1 Desember 1971
2. Komandan Kompi, 1 Januari 1973
3. Perwira Teknik, Batalion Indonesia, UNEF, Mesir 1974 -1975
4. Komandan Kompi Brigade Udara, 1 April 1976
5. Pbu. Atase Pertahanan, Washington, USA, 1 Agustus 1980
6. Kepala Biro Amerikan, Departemen Pertahanan, 1 Agustus 1983
7. Sekretaris Penglima TNI, 1 September 1983
8. Perwira Menengah Perencanaan Strategis, 1 Januari 1988
9. Staff Pimpinan Perencanaan Strategis, 1 September 1988
10. Atase Pertahanan, KBRI London, 1 Juni 1994
11. Atase Pertahanan, KBRI Washington, 1 Maret 1997
12. Kapuspen TNI, Departemen Pertahanan, 1 Januari 1999
13. Staf Ahli Panglima TNI, 1 Januari 2000
14. Dirjen Strategi Pertahanan, Departemen Pertahanan, 1 Februari 2001
15. Duta Besar untuk China & Mongolia (credential: 15 Maret 2006), 11 November 2005
16. Wakil Ketua, LIC, Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, Budaya Indonesia-China, 10 Juli 2012

PENUGASAN KARIR

Pada saat menjabat Dirjen Strategi Pertahanan, juga ditugaskan memimpin beberapa
konferensi internasional kerja sama Indonesia dengan beberapa
negara sahabat: Australia, Amerika, ASEAN, China.

1. Wakil Ketua Forum Strategis Tahunan Indonesia-Australia, Jakarta-Canberra, 2001-2004
2. Wakil Ketua Dialog Pertahanan Tahunan Indonesia-USA, Jakarta dan Washington DC, 2002-2004
3. Ketua Forum Strategi Pertahanan Regional ASEAN, Jakarta, 2004
4. Ketua Konferensi Kebijakan Strategis ASEAN Regional Forum, Beijing, China, 2004

PENGHARGAAN

1. Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun
2. Satya Lencana Kesetiaan XVI tahun
3. Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun
4. Santi Dharma Garuda VIII (untuk 1 tahun penugasan di Mesin sebagai Penjaga
Perdamaian PBB)
5. Medali PBB untuk Penjaga Perdamaian di Mesir
6. Satya Lencana Yudha Dharma Naraya
7. Legion Merit, USA (untuk peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan USA)
8. Bintang Yudha Dharma Pratama
9. Bintang Kartika Eka Paksi Pratama


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

2 KOMENTAR

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here