Instruksi Prabowo, Calon Wali Kota Bandung Wajib Kader Gerindra

Jembatan Pasupati salah satu ikon Kota Bandung, Jawa Barat (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – Partai Gerindra pada Pilwalkot Bandung 2018 bertekad tak ingin mengulangi kekeliruan dalam mengusung calon wali kota yang bukan kader murni.

Hal dimaksud terjadi Pilwalkot Bandung 2013, yakni saat partai garuda mengusung Ridwan Kamil (Emil) yang akhirnya menjadi wali kota. Emil belakangan dinilai meninggalkan parpol yang mengusungnya, antara lain, Gerindra.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bandung Edy Haryadi mengatakan soal tersebut kepada PemiluUpdate.com di Kota Bandung, Selasa, 26 Desember 2017. Karenanya, tidak ada pilihan lain, calon wali kota (cawalkot) Gerindra pada Pilkada Kota Bandung 2018 wajib kader partai.

Edy mengungkapkan seluruh komponen Gerindra, mulai DPC dan DPD seluruh Indonesia, diinstruksikan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto agar calon kepala daerah yang diusung pada Pilkada serentak 2018 haruslah kader murni.

“Seluruh DPD dan DPC sudah diintruksikan bahwa yang menjadi bakal calon haruslah kader murni Partai Gerindra. Oleh karena itu pada saat penjaringan, siapapun yang dari luar harus menjadi kader dulu, punya KTA,” ujar Edy.

Ditambahkan, salah satu persyaratan dalam penjaringan calon kepala daerah yang ditetapkan sejak awal yakni sang kandidat haruslah kader Gerindra. Jika si calon dari kalangan eksternal partai, maka harus mendaftar dan diterima sebagai kader partai terlebih dahulu.

“Siapapun yang direkomendasikan oleh pusat harus kader murni Gerindra. Ketentuannya sudah seperti itu,” katanya.

Edy memaparkan kader murni dimaksud adalah seseorang yang sudah mengikuti pelatihan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal ini menjadi salah satu syarat dan pertimbangan agar calon dimaksud dapat ditetapkan oleh DPP Partai Gerindra sebagai calon kepala daerah.


Loyalitas Tidar

Senada dengan Edy, Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kota Bandung Muhammad Al Haddad mengatakan dirinya menghormati koridor yang digariskan Ketua Umum DPP Partai Gerindra. Hal ini sebagai tanda loyalitas dan integritas Tidar sebagai sayap Gerindra.

“Sebagai kader partai, saya mengungkapkan pentingnya calon kepala daerah sebagai kader dalam upaya menjaga loyalitas partai dan integritas,” kata Haddad.

Ditegaskan pula bahwa seorang kader partai pasti telah melewati beberapa proses penggemblengan. Keberpihakannya pada kepentingan rakyatpun sudah teruji.

“Kami sebagai sayap partai sangat menginginkan kader murni karena darinya tidak perlu diragukan kembali keberpihakannya kepada rakyat,” tukas Haddad. ()BIH


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here