Pesantren Al Fath Tegaskan Sikap Politiknya jelang Pilwalkot Sukabumi

Pemimpin Pondok Pesantren Dzikir Al Fath Kota Sukabumi KH Fajar Laksana (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Musim pilkada bagi sebagian tokoh agama mendatangkan dilema. Umumnya, calon kepala daerah cenderung “memanfaatkan” ketokohan yang bersangkutan guna kepentingan pencitraan dan penggalangan dukungan.

Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, salah satu tokoh masyarakat yang selalu dipepet kandidat pilkada yakni Pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al Fath Kota Sukabumi K.H. Fajar Laksana.

Beberapa calon wali kota dan wakil wali kota pada Pilwalkot 2018 berkunjung ke Ponpes Al Fath guna sekadar silaturahim hingga konsultasi soal dukungan pemenangan.

Guna menghindari fitnah, Fajar merilis sikap politiknya. “Sikap politik saya adalah pesantren terbuka untuk siapa saja. Siapa saja yang mau berkarya, beramal menggunakan panggung Al Fath, yang penting beragama Islam dipersilakan,” ujar Fajar dalam rilis yang diterima PemiluUpdate.com, Jumat, 10 November 2017.

Dia pun menegaskan jika pesantren yang diasuhnya bukan milik seseorang atau parpol tertentu, melainkan milik umat.

“Jadi prinsip saya adalah mendukung politik pembangunan, bukan politik kekuasaan.  Artinya selama semua mendukung kepada program amal kebaikan, maka saya dukung. Tapi saya tidak ikut mendukung untuk memilih seseorang karena itu wilayah pribadi saya dan tidak perlu diekspose,” tegas Fajar.

Ditambahkannya, sampai dengan penetapan calon wali kota-wakil wali kota Sukabumi, dirinya akan menyambut kerja sama dengan siapapun yang ingin berkarya. Intinya, siapapun calonnya, yang penting beragama Islam, dan apapun partainya.

“Tapi nanti pas sudah ada penetapan calon dari KPU, maka saya dan Al Fath akan berhenti dulu tidak melaksanakan kegiatan. Saya dan para santri akan berdoa, meminta kepada Allah, agar dibimbing memilih calon pemimpin yang diridhai oleh Allah, bukan pilihan pribadi saya,” papar Fajar.

[Baca juga: Kunjungi Pesantren, Mulyadi: Gerinda Belum Putuskan Calon Gubernur Jabar]

Sikap politik yang dianut Fajar lebih kepada bebas aktif; mendukung politik pembangunan, tetapi tidak ikut politik kekuasaan. Begitulah sikap politiknya, sehingga panggung Al Fath bisa dipakai oleh siapa saja yang mau tampil untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Jadi kalau ada salah satu calon yang sering melaksanakan kegiatan dengan saya dan Al Fath, itu karena calon tersebut mau mendekat dan mendukung program untuk kebaikan umat. Saya tidak pernah melakukan kegiatan yang sifatnya deklarasi pemilihan seseorang dan tidak pernah mau ikut kampanye untuk seseorang dan tidak akan pernah mau ikut menjadi tim sukses,” tandasnya.

Fajar berharap para calon bisa menggunakan panggung-panggung karya yang dapat dinilai oleh umat dan tentunya diridhai oleh Allah SWT. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here