Ferry Sebut Kemiskinan Jateng Dorong Dirinya Ikut Pilgub

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono yang juga calon gubernur Jawa Tengah (Jateng) pada Pilkada 2018 (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

SUKOHARJO, PemiluUpdate.com – Calon gubernur Jawa Tengah (Jateng) pada Pilgub 2018 Ferry Juliantono kembali menyoal kondisi kemiskinan struktural di provinsi tersebut.

Menurut politikus Partai Gerindra ini, seharusnya warga Jateng umumnya hidup makmur. Namun pemimpin sekarang, selama lima tahun terakhir, tidak mampu bekerja sesuai harapan rakyat.

“Banyak program yang yang tidak berpihak kepada rakyat. Contohnya penggunaan APBD provinsi yang belanja tidak langsung dan langsungnya sama. Silakan nilai sendiri,” ungkap Ferry saat bertemu pengurus DPC dan PAC serta tokoh masyarakat di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 7 November 2017.

Belanja tidak langsung, kata Ferry, kegiatan belanja daerah yang dianggarkan dan tidak memiliki hubungan apapun secara langsung dengan pelaksanaan program pemerintah daerah.

Sementara yang langsung, lanjutnya, kegiatan belanja daerah yang dianggarkan dan berhubungan secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja jenis ini, pada umumnya dibagi menjadi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal.

“Seharusnya belanja langsung lebih diprioritaskan karena menyangkut program untuk masyarakat. Kok, jadi lebih banyak belanja tidak langsung? Mengapa? Karena tidak punya keberpihakan kepada wong cilik,” ungkap Pria bernama lengkap Ferry Joko Juliantono ini.

[Baca juga: Elektabilitas Calon Gubernur Jateng: Ganjar Teratas, Ferry Juliantono Kedua]

Kondisi memprihatinkan itu, aku Ferry, menjadi salah satu dasar putra Kudus dan Kebumen ini mengikuti kontestasi Pilgub Jateng 2018. Dia menyayangkan parpol definitif yang menjadi penguasa hampir 20 tahun tidak membawa perubahan signifikan di Jateng.

“Tapi, kok, masih menjadi provinsi termiskin nomor 12 dan penyumbang kemiskinan nomor 2 di Indonesia. In Shaa Allah jika diberikan amanat sebagai ‘pelayan warga Jawa Tengah’, ini menjadi prioritas, saya mengembalikan marwah Jawa Tengah,” tukas Ferry.

Ditegaskannya, pemimpin itu seharusnya memberikan kebaikan, bukan asyik pencitraan. “Pemimpin jangan sampai kecu pada janji-janjinya saat kampanye,” Ferry, juga wakil ketua umum DPP Partai Gerindra, ungkap pandangannnya di hadapan kader Gerindra dan pemuka masyarakat Sukoharjo. ()ATY


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here