Sekutu Pemerintah Ogah Ajukan Cawapres ke Jokowi, PKS Tetap Prabowo

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggang kuda di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Istimewa/rappler.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Ancang-ancang parpol menuju gelanggang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 semakin kencang. Beberapa parpol bahkan telah mendeklarasikan jagoannya sejak setahun lebih lalu.

Partai Nasdem dan Golkar menjadi partai pendukung pemerintah yang resmi kembali mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju pada pilpres. Walau memutuskan mendukung, kedua parpol tidak mengajukan atau menyodorkan nama figur calon wakil presiden (cawapres).

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi mengatakan partainya tidak pernah membicarakan, apalagi menyodorkan nama cawapres kepada Jokowi. Bagi Nasdem, katanya, hal penting bagi partainya adalah bagaimana caranya kepemimpinan Jokowi berlanjut hingga periode kedua.

“Hal paling penting bagi kami sekarang adalah ngumpulin segala strategi partai. Tujuan akhir adalah memenangkan Pak Jokowi,” tandas Taufiqulhadi di Jakarta, Sabtu, 4 November 2017.

Sikap serupa diambil Partai Gokkar. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Tubagus Ace Hasan Syadzily mengutarakan partai beringin sejauh ini tidak menyiapkan nama cawapres. Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi menentukan sendiri wakilnya dalam menghadapi Pilpres 2019.

“Kita kembalikan semuanya kepada Bapak Jokowi untuk memilih di antara sekian banyak kader bangsa yang mumpuni,” ujar Ace.

Ditambahkan, posisi calon wakil presiden tidak begitu penting diperbincangkan saat ini. Soal lebih penting sesungguhnya adalah bersama parpol pendukung pemerintah lainnya menyukseskan sisa waktu kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla membangun Indonesia.

[Baca juga: Rakernas PAN Putuskan Capres 2019, Zulkifli: Layani Rakyat Dulu]

Dengan demikian, menurut Ace lagi, masyarakat puas atas kinerja pemerintah. Otomatis pula elektabilitas Jokowi terus meningkat. Demikian, katanya, strategi terbaik menghadapi pilpres mendatang.

“Kepuasan publik atas kinerja Jokowi semakin membaik. Saya kira harus mempertahankan kepuasan publik sampai 2019,” tutur Wasekjen DPP Partai Golkar.


PKS Jagokan Prabowo

Terpisah, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengungkapkan partai berlambang untaian padi diapit dua bulan sabit kini masih menjaring nama-nama figur nasional, untuk dipertimbangkan sebagai calon presiden (capres) dan cawapres.

Selain Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, PKS juga telah mencatat nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Beberapa nama sosok pemimpin nasional lainnya juga ada di saku PKS.

“Internal dan eksternal sedang dijajaki, Pak Prabowo dan Mas Anies Baswedan di antara yang dekat,” kata Mardani, Sabtu, 4 November 2017.

[Baca juga: Jawaban Panglima TNI Soal Jadi Cawapres Jokowi]

Lanjut Mardani, apabila dikerucutkan lagi, hanya ada nama Prabowo sebagai calon presiden untuk periode 2019-2024. Jika konstelasi pencapresan tidak berubah, maka Jokowi dan Prabowo kemungkinan besar kembali bertarung di arena pilpres.

Sementara itu, meskipun menilai Anies Baswedan sebagai sosok yang mumpuni, PKS sebenarnya lebih menghendaki agar dia menyelesaikan masa jabatannya di DKI Jakarta. “Mas Anies diminta fokus berprestasi di DKI, tetapi masuk pertimbangan. Mas Anies fokus di Jakarta, pilpres bukan tujuan,” kata Mardani. ()ALY/LMC


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here