Pertegas Soal Surat Tugas, Muraz Tantang ‘Faham’ Tambah Parpol Koalisi

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi Mohamad Muraz dalam sesi wawancara dengan awal media. (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Suhu politik Partai Demokrat dan PKS kembali memanas jelang perhelatan Pilkada Kota Sukabumi 2018. Gara-garanya soal surat tugas partai berlambang mercys yang diterbitkan DPP Partai Demokrat kepada pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham).

Relawan Sukabumi Mendukung Achmad Fahmi (Resmi) menilai partai berlambang mercys yang di nahkodai Susilo Bambang Yudhoyono terkesan tidak serius untuk berkoalisi dengan partai besutan Sohibul Iman di Pilkada 2018 mendatang.

“Bukan protes, tetapi sebagai bentuk keseriusan harusnya Demokrat keluarkan surat keputusan (SK), bukannya surat tugas,” ujar Koordinator Resmi Rudi Suharya kepada PemiluUpdate.com, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Menurutnya, jika memang Demokrat tidak serius berkoalisi dengan PKS lebih baik Achmad Fahmi mencari calon lain yang sudah jelas mendapat SK karena waktunya sudah sempit.

“Iya, kalau bisa mendingan sama (calon) yang sudah jelas mendapat SK dari partai masing-masing. Intinya harus cepat Pak Andri mendapatkan SK,” jelas Rudi atau yang akrab di sapa Mang Endo.

Bak gayung bersambut, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan R. Sulandjana menegaskan jika Achmad Fahmi, Mohamad Muraz, DPD Partai Demokrat Jawa Barat dan Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat sudah sepakat mengusung Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham) sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

“Jadi tidak ada unsur mempermainkan paslon yang sudah disepakati bersama. Karena sekarang yang melakukan paparan ke Ketum ada 171 pilkada kabupaten kota dan 17 propinsi, jadi ngantos (menunggu) gilirannya panjang,” katanya.

Terkait kisruh yang terjadi, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi Mohamad Muraz satu suara dengan seniornya Iwan Sulandjana jika tidak ada permainan perihal surat tugas tersebut. Wali Kota Sukabumi ini menegaskan semuanya sesuai dengan prosedur yang berlaku di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Tidak ada permainan, ini prosedur. Justru yang ditugasi (Faham) harus memperkuat posisinya dulu, bisa enggak nambah jumlah kursi melebihi 20 persen,” jelasnya kepada PemiluUpdate.com di salah satu hotel bilangan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Rabu, 25 Oktober 2017.

Koalisi Partai Demokrat dan PKS sebenarnya sudah memenuhi syarat 20 persen (tujuh kursi) untuk mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Kota Sukabumi 2018. Namun tekad menang yang begitu kuat, Muraz melontarkan tantangan kepada Faham untuk melakukan survei dan menambah mitra koalisi parpol.

“Kita sudah final tidak akan merubah usulan usungan pasangan Faham, tapi partai meminta mereka lakukan survei dulu untuk melihat dimana kekurangannya. Kita sudah 20 persen, kalau bisa tambah untuk lebih kuat sesuai instruksi DPP,” katanya.

Muraz menghimbau Faham untuk terus melakukan komunikasi dengan parpol lain, termasuk bagaimana meredam relawannya masing-masing. “Itu harus, urusannya calon wali kota dan wakil wali kota. Nanti partai mendorong, termasuk tugas mereka itu meredam relawan supaya tidak gaduh,” katanya. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here