Cagub Jabar Alot, Mulyadi: Prabowo Berupaya Kandidatnya Putra Daerah Terbaik

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra baru saja dikabarkan memastikan usungannya untuk Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan 2018. Disebut-sebut pula kandidat buat beberapa pilkada tingkat provinsi lain segera menyusul.

Berbeda dengan provinsi tersebut, jagoan untuk Pilgub Jawa Barat (Jabar) yang penggodokannya paling alot. Diperkirakan, keputusan usungan resmi partai berlambang garuda pada Pilkada Jawa Barat 2018 paling buncit.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi mengemukakan hal dimaksud ketika diwawancarai PemiluUpdate.com di Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Jumat, 6 Oktober 2017. Mulyadi menjawab pertanyaan seputar alotnya proses Gerindra dalam memutuskan calon gubernur (cagub)-wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat.

“Jabar itu provinsi sangat strategis. Selain wilayahnya berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara yakni DKI Jakarta, Jabar merupakan provinsi terpadat penduduknya, sekitar 46 juta jiwa. Karenanya, pemimpin daerah harus yang benar-benar mumpuni demi kesejahteraan rakyat, khususnya di Jabar dan umumnya Indonesia,” papar Mulyadi.

Mantan anggota Fraksi Gerindra DPR RI (2009-2014) ini menambahkan keseriusan Gerindra menggodok calon pemimpin itu sama sekali bukan berarti daerah lain tidak penting. Pada 171 kabupaten, kota, dan provinsi yang menjadi bagian rangkaian Pilkada serentak 2018, Gerindra tentu berupaya maksimal agar mengusung atau mendukung figur kepala daerah yang terbaik.

Namun, kata Mulyadi, Jawa Barat menuntut kualitas kapasitas pemimpin lebih sebab luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk yang mengakibatkan kompleksitasn persoalannya lebih tinggi ketimbang provinsi lain.

“Penduduk Jabar itu lebih banyak daripada Malaysia, yang sekitar 32 juta jiwa saja. Sangat wajar jika Pak Prabowo selaku ketua umum DPP Partai Gerindra sangat hati-hati dalam menentukan calon gubernur Jabar yang akan diusung,” tukas Mulyono, pengasuh Saung Santri yang mendidik kurang-lebih 100 peserta didik dari berbagai daerah se-Indonesia.

[Baca juga: DPP Gerindra: Kang Mulyadi Pemegang Mandat Calon Gubernur Jabar]

Latar belakang lainnya, masih menurut Mulyadi, pasti berkaitan dengan kontestasi Pemilu 2019. Semua parpol tentu ingin memenangi pertarungan pilkada di Jawa Barat. Jumlah pemilih di Jawa Barat terbesar dibanding provinsi lain, yang mencapai sekitar 33 juta orang, atau sekitar seperlima pemilik hak suara nasional.

Menambahkan faktor lain, ulas Mulyadi yang mantan Dewan Penasihat DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor, DPP Gerindra sangat concern agar tetap putra daerah Jawa Barat-lah yang memimpin Bumi Parahyangan –tanpa bermaksud mengedepankan persoalan suku. Semangat ini, tegasnya, semata-mata memenuhi aspirasi tokoh dan masyarakat Jawa Barat.

“Keinginan beliau menampilkan tokoh asal Jabar dalam rangka kepentingan nasional ke depan, menjadi pertimbangan juga,” tukas Mulyadi.

Masih berkaitan dengan hal itu, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo juga sangat berkeinginan agar kader terbaik Gerindra sendiri yang tampil sebagai calon gubernur atau wakil gubernur pada Pilkada Jawa Barat tahun depan. Tekad ini sesuai dengan visi-misi dan program Gerindra guna menjadi parpol pengkaderan pemimpin daerah maupun nasional.

Menyangkut konstelasi Pilgub Jawa Barat 2018, Mulyadi yang berlatar pendidikan master manajemen pertanian IPB mengatakan DPP Gerindra juga mencermati seksama keberadaan calon-calon populis yang mencuat pada penjajakan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat.

[Baca juga: Satu lagi Hasil Survei Simpulkan Ferry Juliantono Berpeluang Kalahkan Ganjar]

“Calon populer tentu menguntungkan namun tidak harus menjadi satu-satunya pegangan dalam memilih pemimpin. Soal yang tak kalah penting sesungguhnya adalah si calon benar-benar memiliki kemampuan dalam memimpin rakyat dan mengelola segala sumber daya daerah untuk kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” papar Mulyadi.


Para Kandidat

Catatan PemiluUpdate,com, calon gubernur dan wakil gubernur yang mencuat sejauh ini dalam beberapa survei yakni Deddy Mizwar (wakil gubernur Jawa Barat), Ridwan Kamil (wali kota Bandung), Dedi Mulyadi (bupati Purwakarta), Uu Ruzhanul Ulum (bupati Tasikmalaya), Dede Yusuf (anggota DPR RI, mantan wakil gubernur Jawa Barat, dan Mulyadi (ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, mantan anggota DPR RI) –antara lain.

Sejauh ini baru Partai Nasdem yang sudah memutuskan resmi usungannya yaitu Ridwan Kamil atau Emil. Nasdem memang tak memiliki cukup kursi di DPRD Jawa Barat untuk mengusung sendiri calonnya. Nasdem cuma memiliki lima kursi, sementara butuh 20 kursi bagi parpol untuk mengusung pasangan calon pada Pilgub Jawa Barat. ()EWA


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here