Bawaslu: Praktik Curang masih Ancam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

Ilustrasi: Mahalnya biaya politik memicu upaya menghalalkan segala cara untuk memenangi pemilu (Istimewa/kabar.news)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan mengatakan lembaganya menghadapi tugas sangat berat selama dua tahun mendatang, 2018 dan 2019. Tahun politik ini berkaitan dengan pesta demokrasi Pilkada serentak dan Pemilu 2019.

Pilkada serentak digelar di 171 daerah, yang meliputi tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Sedangkan Pemilu 2019 berupa pemilihan anggota legislatif (pileg) dan presiden-wakil presiden (pilpres).

“Ini sangat berat karena waktunya berdekatan. Menjadi tantangan bagi kami dalam melakukan pengawasan,” kata Abhan di sela diskusi “Penanganan Pelanggaran Pemilu yang Berdampak Diskualifikasi Calon” di Kantor Bawaslu, Jakarta, Senin, 2 Oktober 2017.

Kecurangan dalam pilkada dan pemilu, urai Abhan, masih sangat mungkin saja terjadi. Dampaknya bila tidak dieliminir pasti mengurangi kualitas pesta demokrasi. Karena itu, Bawaslu melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan memproses sebaik mungkin pelanggaran yang terjadi.

[Baca juga: Oktober, Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu Antisipasi Kecurangan]

Salah satu langkah yang ditempuh, Bawaslu menyiapkan sarana bagi masyarakat luas mengakses informasi seputar pemilu. Dengan demikian, masyarakat dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan pemilu, khususnya agar turut mengawasi potensi kecurangan yang dilakukan berbagai pihak.

Salah satu bentuknya berupa penyediaan Pojok Pengawasan Bawaslu. Program ini dalam waktu dekat diluncurkan. “Pojok ini mudah diakses publik. Siapapun bisa akses. Segala informasi mengenai hasil pengawasan Bawaslu bisa diakses di sini,” tegasnya.

Untuk mempermudah pelibatan masyarakat dalam pengawasan Pilkada dan Pemilu, Bawalu akan menyiapakan pojok pengawasan di ruang-ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Pojok pengawasan ini tidak hanya di tingkat Bawaslu RI tetapi juga di 34 provinsi. Kita sudah instruksikan agar ditempatkan di tempat-tempat yang mudah diakses, seperti di mal,” ungkap Abhan. ()Madi Cakra


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here