Parpol Pengusung Khofifah Cukup, Segera Menghadap Presiden Jokowi

Mantan menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang kini Gubernur Jawa Timur (Istimewa/suarabojonegoro.com)

PASURUAN, PemiluUpdate.com – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyatakan dirinya telah mengantongi dukungan parpol yang cukup guna maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018.

“Alhamdulillah, silaturahmi dan komunikasi yang saya bangun dengan partai dan beberapa tokoh menunjukkan sinyal positif. Sampai saat ini kami terus berkoordinasi dan terus berkomunikasi,” ungkapnya kepada pers ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Sabtu, 30 September 2017.

Khofifah mengatakan kehadirannya di Ponpes Sidogiri sebagai bagian silaturahim yang dibangunnya. Bukan semata-mata karena ia memanfaatkan posisinya sebagai pembantu Presiden RI dalam rangka menghadapi ajang Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur tahun depan.

“Bukan hanya saat menjelang pilgub tetapi jauh hari, bahkan sebelum menjabat Menteri Sosial. Apabila setiap silaturahmi dimaknai politis tentu akan mereduksi makna silaturahmi itu sendiri,” Khofifah membela diri.

Mengenai kecukupan perahunya untuk maju sebagai calon gubernur, Khofifah mengaku kini dirinya masih menunggu kesepakatan bersama sejumlah parpol dimaksud. Iapun masih mengalkulasi jumlah dukungan yang akan didapatkan. “Pokoknya jumlah yang dibutuhkan untuk maju sesuai persyaratan KPUD, insya Allah cukup,” ujarnya.

Selanjutnya deklarasi sebagai calon gubernur segera digelar. Namun, mengenai hal ini, Khofifah belum memastikan.

“Kalau sudah ada kesepakatan dengan partai-partai yang akan mendukung, tentu saya akan menghadap langsung ke Presiden Jokowi (Joko Widodo). Mengingat posisi saya saat ini masih sebagai Menteri Sosial,” ujarnya.


Gerindra ke Khofifah?

Di acara Ponpes Sidogiri, hadir Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Soepriyatno. Kehadiran politikus memunculkan spekulasi Gerindra berada di barisan Khofifah.

[Baca juga: Santri Berencana Temui Jokowi agar Izinkan Khofifah Maju Pilgub Jatim]

Dimintai pers penjelasannya, Soepriyatno mengatakan partainya memang tengah membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh penting di Jawa Timur dalam kerangka menghadapi Pilgub 2018.

Ditambahkan, bukan cuma dengan Menteri Sosial Khofifah tetapi pun Syaifullah Yusuf dan Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti. Siapa yang bakal diusung atau didukung? Soepriyatno menyatakan semua masih proses penjajakan.


Tiga Calon Kuat

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menempati papan atas calon terkuat Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

Lembaga riset Alvara Research Center (ARC) menyimpulkan hasil survei terbarunya tersebut. Sementara tiga nama di bawahnya dikelompokkan sebagai calon wakil gubernur terkuat. Mereka adalah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, dan anggota DPR RI Hasan Aminuddin.

“Masyarakat cenderung terkluster bahwa figur cagub hanya ada tiga yaitu Gus Ipul, Bu Khofifah, dan Bu Risma. Nama-nama lain otomatis langsung terkluster di posisi cawagub (calon wakil gubernur) yang berpotensi memperkuat cagub (calon gubernur),” kata Direktur ARC Hasanuddin saat merilis hasil surveinya di Surabaya, akhir September.

Hasanuddin menjelaskan ketiga sosok calon terkuat gubernur Jawa Timur itu memang memiliki modal popularitas dan elektabilitas paling memadai dibanding penantangnya.

[Baca juga: Muhaimin Lapor ke Jokowi, Khofifah: Dia Mungkin ‘Keselip’]

Gus Ipul mempunyai popularitas 90,2 persen, Khofifah 86,6 persen, dan Risma 73,9 persen. Tokoh lain yang cukup jauh di bawah mereka, seperti Gubernur DKI Djarot Saiful 28,4 persen, mantan Ketua MK Mahfud MD 26,3 persen, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas 22,3 persen.

ARC juga memetakan kandidat yang dinilai paling tepat menjadi calon wakil gubernur. Nama Azwar Anas di posisi teratas sebesar 41,7 persen, disusul Budi Sulistyono 13 persen, dan Hasan Aminuddin 10,8 persen. Nama-nama lain di bawah 10 persen.

Survei digelar 13-25 Agustus 2017. Menggunakan metode multistage random sampling, survei menyasar 1.200 responden di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan tingkat kepercayaan 95 persen, serta margin of error 2,8 persen. ()SJT


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here