Wali Kota Sukabumi Tak Mencalon, Ketua PAC Demokrat Mengundurkan Diri

Surat pengunduran diri Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Lembursitu Usman Latief (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Lembursitu Usman Latief mengundurkan diri, saat partainya mulai sibuk bersiap menghadapi Pilkada serentak 2018.

Surat pengunduran diri sebagai pemimpin partai tingkat kecamatan, sekaligus dari keanggotaan parpol, dilayangkan langsung ke Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi Mohamad Muraz, yang juga menjabat wali kota.

Usman, yang juga koordinator Tim Relawan Pemenangan Muraz (Terkam), mengaku meletakkan jabatannya dan meninggalkan Demokrat karena kecewa Muraz tak kembali mencalonkan diri pada pilkada. Padahal berbagai survei menunjukkan peluang dirinya terpilih kembali untuk masa bakti periode kedua besar.

Selain itu, DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi yang dikendalikan Muraz justru mengusung Andri Setiawan Hamami, mantan ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi sebagai kandidat pada pilkada 2018. Andri menjadi anggota Demokrat beberapa waktu lalu, bersamaan dengan proses tahapan dirinya menjadi calon kepala daerah usungan Demokrat.

“Karena Pak Muraz tidak mencalonkan,” tandas Usman kepada pers di Kota Sukabumi, Jumat, 29 September 2017, mengenai alasannya mengundurkan diri sebagai Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Lembursitu.

Dasar kedua berkaitan dengan kepindahan alamat rumahnya dari Kecamatan Lembursitu ke Kecamatan Citamiang. Usman membantah berencana pindah ke parpol lain. “Tidak ingin berparpol lagi. Saya ingin kembali ke habitat sebagai relawan saja,” ujarnya.


Bebaskan Relawan Terkam

Ditanya rencana selanjutnya pasca membelakangi Demokrat, Usman mengatakan ingin menikmati “kebebasannya” alias tak terikat oleh parpol manapun. Dia juga belum mengambil sikap akankah menjadi golongan putih (golput) alias tak memanfaatkan hak pilihnya pada pilkada 2018.

Mengenai anggota Terkam, Usman menandaskan bahwa masing-masing pribadi bebas mendukung kandidat siapapun pada Pemilu Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Sukabumi tahun depan.

[Baca juga: Wali Kota Sukabumi Ancam Maju Pilwalkot jika Duet FAHAM Berkhianat]

“Terkam tidak bubar. Relawan cuma bingung dengan tidak majunya Pak Muraz sebagai calon wali kota periode berikut. Ketika Pak Muraz ingin mencalonkan DPR RI, kami akan berkumpul lagi,” Usman menyatakan loyalitasnya sebagai relawan.

Ditambahkan, saat Ketua DPC Muraz menginstruksikan Terkam bekerja untuk memenangkan kandidat Andri Setiawan Hamami, sebagian besar relawan menyampaikan protes kepada dirinya. “Setelah ada statement itu, banyak yang protes ke saya. Akhirnya saya bebaskan saja, walaupun sudah diinstruksikan Pak Muraz,” ungkap Usman.


Tanggapan Muraz

Secara terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi Mohamad Muraz saat PemiluUpdate.com menanyakan tanggapannya menyatakan dirinya tidak mempermasalahkan mundurnya Usman Latief.

[Baca juga: Bela Diri Dinilai Tak Etis, Andri Harap Gerindra Terima Paket FAHAM]

Nggak apa-apa. Alasan dia pindah rumah ke Citamiang. Secara prosedur nggak boleh (tetap menjabat),” katanya.

Muraz menjelaskan kepengurusan di PAC di satu kecamatan harus bertempat tinggal di wilayah yang sama. Sementara di Kecamatan Citamiang sudah ada ketua PAC Partai Demokrat.

“Intinya tidak akan berpengaruh terhadap dukungan (pada Pilwalkot Sukabumi 2018),” yakin Muraz. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here