Koalisi Demokrat Kota Sukabumi: Pokoknya yang ‘Pimeunangeun’

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi Mohamad Muraz (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Arah koalisi Partai Demokrat di Pemilu Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 hampir dipastikan bersama PAN, PPP, dan Partai Gerindra. Idealnya, apalagi dikaitkan dengan agenda Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019, koalisi serupa pun terjadi di pilkada kabupaten dan kota.

Ketua Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan R. Sulandjana sependapat dengan “teori” tersebut. Mantan Pangdam III/Siliwangi ini menegaskan bahwa koalisi parpol yang lebih luas dimaksud sangat bagus. Meski demikian, tidak bersifat mutlak.

“Bila tidak bias, ya, disesuaikan dengan kepentingan daerahnya masing-masing,” kata Iwan kepada PemiluUpdate.com, Kamis, 28 September 2017.

Ketidakmutlakan itu terjadi pada Pilkada Kota Sukabumi 2018. Setidaknya menurut pandangan Ketua DPC Partai Demokrat Mohamad Muraz. Secara terpisah, Wali Kota Sukabumi ini menegaskan dirinya tidak menerima instruksi agar mengikuti model konstelasi Demokrat pada Pilgub Jawa Barat.

Nggak ada, saya tidak pernah diinstruksikan sepert itu. Pokoknya koalisi yang pimeunangeun (berpeluang untuk menang),” ujar Muraz kepada PemiluUpdate.com di Kota Sukabumi, Kamis, 28 September 2017.

[Baca juga: Demokrat Usulkan FAHAM, Muraz: SBY ‘Keukeuh’ Minta Saya Maju]

Jajaran partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kota Sukabumi, jelas Muraz, sudah menjalin komunikasi yang baik dengan partai-partai politik lain. Tujuannya lebih kepada tata karma meski nantinya akan saling berhadapan di arena pilkada.

“Mau koalisi atau nggak, tidak masalah. Yang penting sudah komunikasi. Jangan sampai gara-gara pilkada, rakyat jadi parasea (ribut),” tandasnya.

Muraz lalu mengingatkan kepada tim sukses masing-masing calon kepala daerah di kotanya agar siap kalah atau menang. Siapapun yang menang tidak akan menjadikan mereka sebagai kepala dinas, misalnya. Berbeda dengan pemilu presiden, jika terpilih anggota tim suksesnya bisa menjadi menteri.

“Jadi sing aman we (jadi supaya aman). Tata krama dan komunikasi harus dibangun,” katanya. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here